Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Abaikan Sentimen Resesi, Pasar Kripto Bergairah Pekan Ini

Kondisi pasar kripto sepanjang pekan ini cenderung positif meski dibayangi tekanan inflasi. Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisa
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin/Istimewa
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pasar kripto sepanjang pekan ini cenderung positif meski dibayangi tekanan inflasi. Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju ke zona hijau.

Data dari CoinMarketCap pada Jumat (22/7/2022) sore menyebutkan, nilai Bitcoin berada di harga US$23.449 atau naik 12,46 persen dalam tujuh hari terakhir. Sementara itu, Ethereum (ETH), BNB (BNB), Cardano (ADA), dan Solana (SOL) juga terpantau naik double digit di kisaran 13 persen hingga 34 persen.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor yang kembali menyerbu aset kripto tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS. Hal serupa juga terjadi di pasar aset berisiko lainnya yakni pasar saham AS.

“Di samping itu, investor juga ramai-ramai melakukan transaksi perdagangan di altcoin setelah memantau apiknya kinerja indeks saham AS. Pelemahan kinerja nilai dolar AS juga menambah gairah investor, meski tentu masih dibayangi oleh sikap The Fed dengan suku bunga acuannya yang diumumkan pekan depan,” kata Afid dikutip dari laman resmi Tokocrypto, Jumat (22/7/2022).

Sejauh ini, Afid melihat banyak investor meyakini The Fed tidak akan begitu agresif dalam mengerek suku bunga acuannya yang diumumkan pada hasil rapat yang berlangsung 27 hingga 28 Juli mendatang. Alhasil, investor optimistis The Fed maksimal hanya menaikkan suku bunga 75 basis poin saja dan tidak memukul market kripto.

Di samping itu, secara umum sentimen market diliputi kecemasan soal rentetan kabar buruk yang menghinggapi ekosistem kripto selama sehari belakangan. Salah satu kabar tak sedap itu muncul dari Tesla yang telah menjual Bitcoin senilai US$963 juta sepanjang triwulan lalu demi meningkatkan posisi kas perusahaan.

Kemudian, kabar mengenai platform pinjam-meminjam aset kripto, Vauld, yang sudah mengajukan proteksi dari krediturnya yang berasal Singapura. Kabar ini muncul setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara proses penarikan dana beberapa hari lalu.

Afid melanutkan, Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah US$23.000 dan turun hampir 1 persen dalam sehari dan naik 11 persen dalam seminggu. Pergerakan Bitcoin masih cenderung sideways meski tengah mengalami kenaikan.

Sentimen bearish masih aktif di dekat US$24.200 dan mendorong harga di bawah US$23.000. Pada sisi negatifnya, titik support awal ini berada di dekat US$22.500. Support utama berikutnya berada di US$22.250.

“Jika sebaliknya berada di di bawahnya, harga Bitcoin bisa turun ke US$21.200. Sementara, level resistensi berada di dekat US$23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$24.000, bila berhasil ditembus, harga bisa memulai kenaikan baru,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper