Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Induk Bali United (BOLA) Targetkan Cetak Pendapatan Rp370 Miliar

Emiten pengelola klub sepak bola Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) menargetkan pendapatan senilai Rp370 miliar pada tahun ini.
Emiten klub sepak bola, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) atau lebih dikenal dengan Bali United menggandeng aplikasi kripto PT Pintu Kemana Saja atau Pintu sebagai sponsor terbarunya pada Liga 1 musim kompetisi 2022/2023.
Emiten klub sepak bola, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) atau lebih dikenal dengan Bali United menggandeng aplikasi kripto PT Pintu Kemana Saja atau Pintu sebagai sponsor terbarunya pada Liga 1 musim kompetisi 2022/2023.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengelola klub sepak bola Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) menargetkan pendapatan senilai Rp370 miliar pada tahun ini.

Direktur Bali Bintang Sejahtera Yohanes Ade BM mengatakan, BOLA meningkatkan target pendapatannya karena kompetisi Liga 1 telah dimulai.

"Target pendapatan kami di 2022 pasti bertumbuh dibanding 2021, kami targetkan sekitar Rp370 miliar pendapatannya, dengan target net income kami sekitar Rp30 miliar di 2022," ucap Yohanes dalam paparan publik BOLA, Jumat (22/7/2022).

Direktur BOLA Putri Paramita Sudali menuturkan, hingga kuartal I/2022, kontribusi Liga 1 ke pendapatan BOLA hanya Rp5 miliar atau setara 1,3 persen.

Akan tetapi, lanjut dia, bisnis utama Bali United bukan hanya di liga saja, tetapi yang terbesar dari sponsorship. Menurutnya, ke depan, pendapatan dari sponsorship Bali United akan tetap meningkat, tetapi dengan porsi yang akan terbagi lebih rata dibandingkan saat ini.

"Jadi kami bukan lagi mengembangkan fokus di olahraga, tapi semua lini bisnis kami, dengan pendapatan yang diharapkan meningkat. Karena memang value sepak bola sudah pasti setiap tahunnya akan meningkat," tuturnya.

Adapun sepanjang 2021, Bali United mencatatkan pendapatan sebesar Rp198,6 miliar pada 2021. Pendapatan ini melesat 159,91 persen dari tahun 2020 sebesar Rp76,4 miliar.

Kinerja pendapatan perseroan ditopang oleh pendapatan manajemen klub di sisi komersial sebesar Rp58,11 miliar, dan kontribusi sebesar Rp3,87 miliar.

Selain dari manajemen klub, pendapatan perseroan juga ditopang oleh bisnis sport agency yakni live video streaming dan rekaman video senilai Rp87,37 miliar dan sponsor senilai Rp44,97 miliar. Adapun pendapatan lainnya sejumlah Rp4,27 miliar.

Berdasarkan pelanggannya, perseroan membukukan pendapatan live video streaming dan rekaman video dari PT Liga Indonesia Baru senilai Rp48,64 miliar dan dari PT Vidio Dot Com senilai Rp24,9 miliar. Sementara dari pendapatan komersial, perseroan membukukan pendapatan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sebesar Rp25,06 miliar.

Dengan kinerja pendapatan ini, laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan tercatat melesat menjadi Rp191,6 miliar. Laba bersih ini meroket 3.567,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp5,22 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper