Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Anjlok tapi Sahamnya Masih Cuan

Saham Vale Indonesia (INCO) masih menguat sepanjang hari ini sekalipun produksi menurun selama semester I/2022.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  14:41 WIB
Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Anjlok tapi Sahamnya Masih Cuan
CEO PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Febriany bersama Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen) dan rombongan mengecek pengerjaan smelter nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) berhasil memproduksi 12.567 metrik ton nikel dalam matte pada kuartal kedua 2022.

Volume produksi pada kuartal kedua II/2022 sebanyak 12.567 ton, lebih rendah sekitar 9 persen dari volume produksi kuartal pertama 2022 dan lebih rendah 16 persen dibandingkan dengan volume produksi kuartal II/2021.

Penggantian atap Tanur 1 dan shutdown pemeliharaan penuh pada awal Juni menyebabkan produksi pada kuartal II/2022 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini. Sedangkan, pelaksanaan pembangunan kembali Tanur 4 telah menyebabkan produksi pada kuartal II/2022 lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, secara keseluruhan, produksi pada semester I/2022 mencapai 26.394 ton, 13 persen lebih rendah dibandingkan dengan produksi pada semester pertama 2021 sebanyak 30.246 ton. Hal ini disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4.

“Tanur 4 kami sudah mulai menyala sejak 18 Juni 2022. Pembangunan Tanur 4 dilakukan selama enam bulan atau 187 hari. Selama pembangunan berjalan, kami senang tidak ada cidera yang serius terhadap tim proyek,” ungkap kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/7/2022).

Febri menambahkan, konstruksi direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan untuk memenuhi target proyek dengan mengutamakan keselamatan sebagai nilai utama Vale.

Pada perdagangan Rabu (20/7/2022), pada 13.50 WIB, harga saham INCO mengalami kenaikan 25 poin atau 0,49 persen ke 5.200. Dalam setahun, harga saham INCO tumbuh 13.99 persen, dan sepanjang 2022 berjalan, harga saham INCO tumbuh 10,58 persen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vale indonesia tbk Nikel Kinerja Emiten
Editor : Farid Firdaus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top