Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Nikel Indonesia Prospektif Jangka Panjang, Vale Indonesia (INCO) Pacu Produksi
Lihat Foto
Premium

Nikel Indonesia Prospektif Jangka Panjang, Vale Indonesia (INCO) Pacu Produksi

PT Vale Indonesia Tbk., bagian dari MIND ID, tengah merealisasikan komitmen untuk menggenjot produksi nikel. Adapun, sektor nikel Indonesia dinilai prospektif untuk jangka panjang.
Nyoman Ary Wahyudi & Dwi Nicken Tari
Nyoman Ary Wahyudi & Dwi Nicken Tari - Bisnis.com
13 Juli 2022 | 16:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang PT Vale Indonesia Tbk. tengah merampungkan komitmen investasi proyek penambangan dan pengolahan bijih nikel terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas produksi nikel nasional.

Hal itu dilakukan emiten berkode saham INCO tersebut sembari memohonkan perubahan status kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus atau IUPK setelah izin wilayah operasi tambang nikel yang dimilikinya berakhir pada 2025.

Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy menjelaskan perseroan belakangan tengah merampungkan komitmen investasi pada proyek penambangan dan pengolahan bijih nikel terintegrasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Rencanannya, pabrik baru INCO di Sulawesi Tenggara bakal memproduksi 73.000 nikel dalam bentuk FeNi. Sementara, pabrik anyar yang terletak di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan ditargetkan dapat menghasilkan nikel masing-masing sebesar 120.000 ton nikel dalam MHP dan sekitar 60.000 nikel dalam MHP tahap 1.

“Utilisasi lahan juga pasti, itu kan sebenarnya masukan [DPR] makanya kita bangun pabrik tiga kan, kalau dulu mungkin permintaan terbatas sekarang kan nikel sebenarnya baru hot beberapa waktu terakhir,” kata Febriany baru-baru ini.

Sementara itu, INCO bekerja sama dengan mitra dari China akan berinvestasi senilai US$1,94 miliar atau setara dengan hampir Rp28 triliun di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada proyek penambangan dan pengolahan bijih nikel. Saat ini wilayah konsesi perseroan di Sulteng mencakup area kontrak karya seluas 22.699 hektare di Blok 2 dan Blok 3 Deda Bahodopi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top