Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lorena (LRNA) Beli Bus Listrik Pertama, Begini Strateginya pada 2022

Lorena LRNA baru saja memenangkan tender pengadaan dan operator bus medium listrik dari Sinar Mas Land.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  12:59 WIB
Lorena (LRNA) Beli Bus Listrik Pertama, Begini Strateginya pada 2022
Managing Director Commercial Vehicle Mercedes Benz Indonesia Ralf Kraemer (kiri), bersama Managing Director PT Lorena Transport Tbk Dwi Rianta Soerbakti berfoto dengan bis Mercedes Benz 2542 Double Deckers. Lorena LRNA baru saja memenangkan tender pengadaan dan operator bus medium listrik dari Sinar Mas Land. - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Perusahaan otobus (PO), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) bakal lanjutkan ekspansi pada 2023. Tahun ini perseroan memulai dengan pengadaan bus listrik pertama dan sejumlah strategi baru.

Direktur Pelaksana Eka Sari Lorena Transport Dwi Rianta Soerbakti memaparkan sejumlah strategi ekspansi di 2022, di antaranya adalah perseroan akan memperkuat Divisi Rental Bus guna memperoleh kontrak kerja sama dalam hal penyediaan sewa bus berjangka panjang.

Untuk divisi ini, Juni lalu, LRNA baru saja memenangkan tender pengadaan dan operator bus medium listrik dari Sinar Mas Land.

Dengan tender ini, maka satu unit bus listrik LRNA akan beroperasi pada Agustus 2022 mendatang, di BSD City. Bus listrik yang akan dioperasikan Lorena yakni merek Skywell.

Perusahaan menargetkan penambahan, sekaligus pengoperasian sebanyak 25 unit bus listrik selama 5 tahun.

Selain itu, Lorena juga akan memperkuat rute atau trayek jarak pendek di sekitar Jabodetabek melalui layanan Jabodetabek Residence Connection (JRC) dan Transjabodetabek Reguler (TJR), serta memperluas Angkutan Bandara (Jabodetabek Airport Connection/JAC) karena Perseroan melihat besarnya potensi segmen ini.

“Kami juga terus berkomitmen memperkuat trayek jarak pendek kategori Commuter Line yaitu JRC, JAC dan TJR. Kami juga memperketat rasio jumlah karyawan, memperkuat sistem e-ticketing dan menjalankan sistem Cashless Payment Method. Kami pun meyakini Divisi Rental Bus juga akan menyumbang pendapat bagi perseroan secara signifikan,” ungkapnya dalam paparan publik, Jumat (15/7/2022).

Rianta menambahkan Lorena juga akan segera memasuki industri angkutan limbah medis. izin rekomendasi pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah didapat.

"Saat ini, dalam proses “due diligence” beberapa perusahaan yang mungkin akan menjadi mitra dari PT Lorena,” imbuhnya.

Tahun lalu, beberapa strategi bertahan yang diterapkan di antaranya efisiensi di semua bidang, menutup jurusan-jurusan yang tak lagi menguntungkan dan memperkuat jurusan-jurusan jarak pendek dan bersifat “Commuter Line”.

Adapun di 3 bulan pertama tahun ini, kinerja Lorena mulai pulih tercermin dari kenaikan pendapatan dan penurunan rugi bersih yang signifikan.

Pendapatan LRNA di kuartal I/2022 naik 0,82 persen menjadi Rp17,22 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 17,08 miliar. Rugi bersih dipangkas 49 persen menjadi Rp 3,64 miliar dari Q1-2021 rugi Rp 7,12 miliar.

Pendapatan terbesar LRNA masih dari Bus AKAP Rp15,08 miliar, naik dari Rp14,73 miliar, disusul Shuttle Bus Rp778,50 juta, Bus AKAP Jarak Pendek Rp749,93 juta, dan Bus Angkutan Bandara yang naik menjadi Rp 611,44 juta dari Rp485,32 juta.

Jumlah aset kuartal I/2022 tercatat Rp241,48 miliar, dari Desember 2021 sebesar Rp239,33 miliar, kewajiban Rp 53,09 miliar, dari ekuitas Rp188,39 miliar sehingga rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) yakni 0,28 kali.

Saat ini, Bisnis AKAP Lorena memiliki 20 rute di antaranya Pekanbaru, Bukit Tinggi, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya hingga Madura.

Armada AKAP terdiri dari Double Decker MB2542 (12 unit), Super Executive Class (12), Executive Class (85), VIP Class (8), Business Class 1 (15), Business Class 2 (22) dan Medium Bus (2). Armada lainnya yakni TransJabodetabek Reguler (22), Jabodetabek Residence Connection (12), Jabodetabek Airport Connection (18), dan Shuttle Bus.

Eka Sari Lorena Transport adalah perusahaan jasa transportasi darat yang didirikan pada 26 Februari 2002.

Pada 15 April 2014, Perseroan melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 150.000.000 saham, dengan harga perdana Rp 900/saham, dan mencatatkan saham pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham LRNA.

Cikal bakal perusahaan ini pertama kali didirikan oleh pengusaha asal Kabanjahe, Sumatera Utara, yakni GT Soerbakti dengan mendirikan CV Lorena pada 1970.

Proyek pertama yakni AKAP yang dijalankan PO Lorena untuk rute Bogor-Jakarta via Cibinong dan mulai beroperasi tahun 1973. Tahun 1989, PO Lorena mengakuisisi PO Raseko dan tahun 2002 PT Eka Sari Lorena Transport berdiri dan melanjutkan usaha PO Lorena.

Tahun 2007, perusahaan memenangkan tender operator Busway Transjakarta Koridor 5 (Kp. Melayu– Ancol) dan Koridor 7 (Kp. Rambutan-Kp. Melayu) dan 2011 memenangkan tender operator feeder Busway Rute 1, Rute 2 dan Rute 3.

Tahun 2018, mengoperasikan 14 unit medium bus untuk Shuttle Bus BSD City dan tahun 2019 mengoperasikan secara berkala 12 unit armada Jabodetabek Airport Connection (JAC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lorena eka sari lorena LRNA Kinerja Emiten Bus Listrik
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top