Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi AS Melonjak 9,1 Persen, Wall Street Dibuka Anjlok 1 Persen Lebih

Wall Street dibuka melemah tajam pada hari Rabu setelah laporan inflasi yang lebih panas dari perkiraan di bulan Juni.
Wall Street dibuka melemah tajam pada hari Rabu setelah laporan inflasi yang lebih panas dari perkiraan di bulan Juni. Bloomberg/Michael Nagle
Wall Street dibuka melemah tajam pada hari Rabu setelah laporan inflasi yang lebih panas dari perkiraan di bulan Juni. Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street dibuka anjlok pada awal perdagangan Rabu (13/7/2022) setelah rilis data inflasi AS melonjak melampaui perkiraan sehingga menambah peluang kenaikan suku bunga The Fed lanjutan.

Wall Street dibuka melemah tajam pada hari Rabu setelah laporan inflasi yang lebih panas dari perkiraan untuk bulan Juni, mengutip Yahoo Finance. S&P 500 turun 1,3 persen pada pembukaan, Nasdaq turun 1,7 persen, dan Dow Jones turun 1,1 persen.

Pada bulan Juni, inflasi AS naik 9,1 persen, terbesar sejak November 1981 dan jauh di atas perkiraan untuk kenaikan inflasi 8,8 persen.

Imbal hasil Treasury juga lebih tinggi pada Rabu pagi waktu setempat dengan pergerakan paling dramatis terjadi di imbal hasil 10-tahun di 3,04 persen mengikuti gerak inflasi, dengan imbal hasil 2-tahun naik setinggi 3,17 persen, lebih jauh membalikkan kurva imbal hasil.

Euro juga jatuh di bawah paritas — atau nilai 1:1 — dengan dolar pada Rabu pagi, pertama kali nilai mata uang itu tergelincir di bawah angka ini sejak 2002.

"Untuk pasar yang telah menghadapi ketakutan resesi, saya pikir minggu ini akan membawa ketakutan baru tentang peningkatan inflasi," Kepala Ekonom Deutsche Bank AS Matthew Luzzetti mengatakan awal pekan ini.

Inflasi AS pada periode Juni diharapkan untuk menginformasikan langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya karena mereka memperketat kebijakan moneter dalam upaya untuk memulihkan stabilitas harga.

Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi pada pertemuan penetapan kebijakan berikutnya pada pertemuan 26-27 Juli 2022.

Selain laporan inflasi terbaru, deretan hasil kuartalan ditunggu investor karena perusahaan-perusahaan besar memulai musim pendapatan baru.

PepsiCo (PEP) melaporkan pada Selasa. Pembuat minuman mengalahkan perkiraan Wall Street tetapi memperingatkan tekanan inflasi pada bisnis.

"Iinflasi tahun ini lebih tinggi daripada untuk paruh pertama tahun ini," kata CFO Pepsi Hugh Johnston kepada analis melalui telepon.

Kenaikan harga yang terkait dengan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi akan menjadi fokus di kalangan investor karena nama-nama besar lainnya di antara hasil rilis Corporate America.

Delta Air Lines (DAL) siap untuk melaporkan pada hari Rabu, sementara JPMorgan Chase (JPM), Wells Fargo (WFC), dan Citigroup (C) termasuk di antara bank-bank besar yang mengikuti Kamis dan Jumat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Sumber : Yahoo Finance
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper