Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kena Dividend Trap! Saham Gudang Garam (GGRM) Ambles Masuk Top Losers

Investor membuang saham Gudang Garam (GGRM) yang menyebabkan pelemahan saham emiten rokok tersebut lantaran telah melewati periode cum-date dividen 8 Juli lalu.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  10:45 WIB
Kena Dividend Trap! Saham Gudang Garam (GGRM) Ambles Masuk Top Losers
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) ambles ke posisi teratas top losers pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pada 10.30 WIB, Selasa (11/7/2022) saham GGRM melemah 6,55 persen atau 3,870 poin ke level Rp29.600. GGRM tercatat memiliki kapitalisasi Rp57 triliun dengan price to earning ratio (PER) 13,23 kali.

Investor membuang saham GGRM yang menyebabkan pelemahan sahamnya lantaran telah melewati periode cum-date dividen GGRM di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Juli 2022. Kemudian, tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah hari ini.

Fenomena ini biasanya dikenal dengan istilah dividend trap, yang menggambarkan penurunan harga saham sehari setelah masa cum date.

Seperti diketahui, untuk mendapatkan dividen, investor cukup tercatat sebagai pemegang saham emiten yang akan membagi dividen pada cum date atau tanggal terakhir untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan.

Sesuai jadwal setelah cum date di pasar reguler dan negosiasi, tanggal cum dividen GGRM di pasar tunai adalah 12 Juli 2022, dan tanggal ex dividen di pasar tunai pada 13 Juli 2022. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah 12 Juli 2022.

GGRM akan membayarkan dividen senilai total Rp4,32 triliun ini pada 28 Juli 2022.

Sebagai informasi, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GGRM menyetujui pembagian dividen senilai Rp4,32 triliun, atau setara dengan Rp2.250 per saham.

Sementara itu, laba yang tidak dibagikan perseroan akan dimasukkan ke dalam akun saldo laba dan akan digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan.

Jumlah dividen GGRM tahun ini tercatat lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar Rp5 triliun atau setara Rp2.600 per saham.

Pada 2021, GGRM mencetak pendapatan sebesar Rp124,88 triliun naik 9,08 persen dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp114,47 triliun.

Meski pendapatan perseroan meningkat, tetapi GGRM mencatatkan laba usaha yang tergerus menjadi Rp7,36 triliun dari Rp10,04 triliun. Alhasil, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp5,6 triliun pada 2021 anjlok 23,83 persen dari Rp7,64 triliun pada 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gudang garam emiten rokok dividen ggrm
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top