Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Alibaba & Tencent Didenda, Saham-Saham Emiten Teknologi China Anjlok

Indeks Hang Seng Tech yang berisikan saham-saham emiten teknologi turun hingga 3,7 persen pagi ini.
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China/ Bloomberg
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham teknologi China turun tajam pada Senin (11/7/2022) menyusul aksi jual terhadap saham Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd. setelah kedua perusahaan tersebut menerima denda peraturan atas transaksi sebelumnya.

Dilansir Bloomberg, indeks Hang Seng Tech turun hingga 3,7 persen. Sementara itu, saham Alibaba di antara penekan terbesar teratas setelah anjlok 5,79 persen ke level HK$114 per saham pada pukul 10.22 WIB. Adapun saham Tencent melemah 2,79 persen ke HK$342.

Pelemahan terjadi setelah Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China mendenda dua raksasa teknologi tersebut karena tidak melaporkan dengan benar kesepakatan yang pernah diraih sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan betapa rapuhnya suasana hati investor terhadap sektor ini meskipun ada tanda-tanda berkurangnya hambatan regulasi. Penurunan juga merupakan bagian dari pelemahan yang lebih luas pada saham China karena wabah Covid baru di Shanghai memperbarui kekhawatiran terhadap lockdown yang lebih ketat.

Kepala riset Asia di United First Partners Justin Tang mengatakan aksi jual kali ini dipicu oleh berita denda baru pada praktik anti-monopoli di sektor ini.

“Dunia belum keluar dari masalah dan kami akan terus melihat pergerakan volatilitas dalam saham sebagai aturan umum,” ungkap Tang seperti dikutip Bloomberg, Senin (11/7/2022).

Denda terbaru terhadap Alibaba dan Tencent mengikuti denda yang dikenakan pada layanan live streaming untuk penghindaran pajak pada bulan Februari, sementara Alibaba dan Tencent dihukum karena pelanggaran aturan antimonopoli pada bulan November.

Sebelum Senin, saham Alibaba dan Tencent masing-masing telah reli masing-masing 70 persen dan lebih dari 18 persen dari posisi terendah pertengahan Maret di Hong Kong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper