Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Properti Karya Bersama (KBAG) Jajal Prospek IKN Nusantara

PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG) berencana mengembangkan perumahan di Balikpapan untuk menangkap potensi pasar properti seiring dengan pengembangan IKN Nusantara.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  21:43 WIB
Emiten Properti Karya Bersama (KBAG) Jajal Prospek IKN Nusantara
Proyek Green Valley Balikapapan, proyek hunian vertikal yang digarap oleh PT Karya Bersama Anugerah Tbk. - greenvalleybalikpapan.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), akan mengembangkan proyek hunian di sejumlah land bank miliknya, termasuk di Balikpapan, Kalimantan Timur.

KBAG akan mengambil peluang dari rencana pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim, yang akan berdampak pada pertumbuhan permintaan kebutuhan residensial di Balikpapan.

Direktur KBAG Budi Hariyanto Hartono, mengatakan perseroan melalui entitas anak memiliki persediaan lahan tanah yang akan dibangun dan dikembangkan menjadi rumah hunian. 

Beberapa di antaranya yakni tanah di Balikpapan seluas 32.711 m2, saat ini masuk pembangunan tahap kedua yang akan selesai Mei 2023.

Menurutnya, Ibu Kota baru atau IKN Nusantara bisa menjadi peluang bagi bisnis properti. Namun, tantangan saat ini adalah harga tanah di lokasi pembangunan Ibu Kota baru mulai naik, karena banyak developer yang melakukan pengembangan kawasan residensial di sana. 

“Prospek investasi properti yang diprediksi akan menguntungkan di sana adalah residensial dan tanah kavling,” katanya dalam keterangan resmi setelah RUPS, Kamis (7/7/2022).

Selain di Balikpapan, KBAG memiliki tanah di Cengkareng, Jakarta Barat, seluas 7.346 m2, akan dikembangkan menjadi apartemen dan segala fasilitas penunjang, melalui entitas anak PT Kharismatama Niagamakmur (KNM).

Kemudian, tanah di Jonggol, Desa Singasari, Bogor, Jawa Barat, yang sudah dikuasai seluas 891.172 m2, yang akan dikembangkan menjadi perumahan melalui entitas anak PTSingasari Purabuana (SPB). Saat ini masuk tahapan persiapan perizinan dan pembebasan lahan. 

Berikutnya tanah di Jonggol, Desa Cibodas dan Desa Singasari dengan total luas 628.863 m2, yang akandikembangkan menjadi perumahan melalui entitas anak PT Arthapurwa Budijaya (APB). Saat ini juga masuk tahap persiapan perizinan dan sertifikat. 

“Kami memang berencana mengembangkan land bank diantaranya Cengkareng sebagai salah satu sumber pendapatan berulang dengan konsep mixed used, di Jonggol akan dikembangkan dengan konsep rumah sederhana,” kata Budi. 

Per Maret 2022, aset KBAG naik menjadi Rp461,32 miliar dari Desember 2021 Rp458,74 miliar, dengan aset tanah yang belum dikembangkan Rp61 miliar dan properti investasi Rp97 miliar.

“Jumlah kewajiban Rp80,96 miliar, ekuitas Rp380,35 miliar, sehingga debt equity ratio [DER] kami sangat rendah 0,21 kali,” katanya.

Namun, pendapatan turun menjadi Rp4,67 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp6,40 miliar. KBAG masih mencatat rugi bersih Rp1,15 miliar dari laba bersih Rp974,10 juta pada kuartal I/2021.

Tahun ini, perusahaanjuga baru memperoleh perpanjangan fasilitas kredit dari PT Bank NegaraIndonesia Tbk (BNI) dalam Surat Perjanjian Kredit No. BLM/2.1/236/R tanggal 22 Maret 2022, dengan merubah jangka waktu fasilitas sampai dengan 27 Juni 2022.

Tahun lalu, perseroan berhasil meraih pendapatan Rp39,08 miliar, naik 17,82 persen daripendapatan 2020 sebesar Rp33,17 miliar dengan laba bersih turun menjadi Rp1,56 miliar dari tahun 2020 sebesar Rp5,02 miliar.

Di lantai Bursa, saham KBAG mandeg di posisi terendah Rp50. KBAG listing pada 20 Maret 2020 dengan harga pelaksanaan IPO Rp100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Karya Bersama Anugrah IKN properti balikpapan
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top