Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Jatuh Akibat Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Bursa Asia termasuk IHSG mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini di tengah sentimen negatif risiko resesi ekonomi.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  15:31 WIB
Bursa Asia Jatuh Akibat Kekhawatiran Resesi Ekonomi
Bursa Asia termasuk IHSG mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini di tengah sentimen negatif risiko resesi ekonomi. - Bloomberg.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan kekhawatiran terhadap risiko resesi ekonomi, anjloknya harga minyak, dan peluang lockdown lanjutan di China.

Bursa Asia cenderung melemah pada Rabu (6/7/2022). Topix turun 1,23 persen, Nikkei 225 turun 1,2 persen, Hang Seng turun 1,22 persen, Kospi anjlok 2,13 persen. 

Dari dalam negeri, IHSG parkir pada posisi 6.646,41, turun 0,85 persen atau 56,85 poin. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 6.602,89 - 6.706,91.

Mengutip Bloomberg, saham Asia tergelincir karena kekhawatiran global resesi ekonomi serta jatuhnya harga minyak teredam sentimen. Penurunan di saham Asia terjadi meskipun saham AS pulih sebagian besar kerugian mereka dalam sesi perdagangan yang bergejolak semalam.

Berita tentang AS mendorong Belanda untuk melarang ASML Holding NV dari menjual teknologi pembuatan chip ke China semakin melukai sentimen meskipun ada pembicaraan baru-baru ini tentang potensi penurunan tarif.

Sementara itu, Shanghai sekali lagi akan melakukan pengujian massal di beberapa kabupaten di tengah maraknya kasus Covid, menyalakan kembali kekhawatiran bahwa China akan mengembalikan penguncian yang ketat.

Ekuitas Asia telah terjebak konsolidasi beberapa bulan terakhir karena investor menimbang suku bunga yang lebih tinggi dan prospek penurunan ekonomi yang didorong oleh peningkatan inflasi. Namun, narasi inflasi puncak sedang dibangun sebagai Federal Reserve meningkatkan kampanye pengetatan kebijakannya.

"Ini terlalu dini, dalam pandangan kami, untuk berpikir bahwa kekhawatiran inflasi sudah berakhir,” kata Frank Benzimra, kepala ekuitas Asia strategi di Societe Generale, dalam wawancara TV Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bursa Asia Resesi indeks topix

Sumber : Bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top