Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Inflasi, Simak Rekomendasi Saham Emiten Ritel MAPI, LPPF, hingga RALS

Emiten ritel memiliki kesempatan menaikkan harga jual ketika inflasi terus naik.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  16:55 WIB
Risiko Inflasi, Simak Rekomendasi Saham Emiten Ritel MAPI, LPPF, hingga RALS
Warga berbelanja pakaian baru, di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat. Emiten ritel memiliki kesempatan menaikkan harga jual ketika inflasi terus naik. - ANTARA/Iggoy el Fitra
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan inflasi dinilai bisa memberi kesempatan bagi emiten ritel untuk melakukan penyesuaian harga jual. Namun risiko penurunan daya beli bisa berdampak negatif bagi kinerja emiten ritel.

Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya menyebutkan para emiten ritel memiliki kesempatan menaikkan harga jual ketika inflasi terus naik. Langkah ini bisa berdampak signifikan pada konsumen segmen menengah ke bawah, tetapi tidak terlalu berpengaruh pada konsumen menengah ke atas.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya menyebutkan bahwa peritel akan mengadopsi sejumlah strategi untuk menghadapi tekanan kenaikan harga jual yang diteruskan dari produsen. Di antaranya dengan mengurangi diskon, menetapkan harga produk komplementer, menyediakan produk bundling, dan menaikkan biaya tambahan.

“Strategi ini membuka peluang dan potensi bagi peritel untuk tetap bertahan serta melanjutkan strategi penetapan harga produk mereka. Penghematan yang berlanjut bisa menjadi booster produktivitas penjualan,” papar Christine, Rabu (6/7/2022).

Namun, sentimen inflasi dan naiknya pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11 persen bisa memberi dampak negatif bagi peritel dalam jangka panjang, terutama pada ritel dengan segmen konsumen menengah ke bawah.

Mirae Asset Sekuritas memberi rekomendasi beli untuk saham LPPF dan MAPI dengan target harga masing-masing Rp6.700 dan Rp1.400. Sementara itu, saham emiten ritel yang perlu dicermati dan mendapat rekomendasi hold yakni RALS dan ACES dengan target harga Rp640 dan Rp780.

“Meski ada peluang pemulihan ekonomi di 2022, margin ACES tetap ketat karena masalah rantai pasok dan kenaikan harga minyak. Karena itulah kami menurunkan rekomendasi pada ACES karena valuasinya cukup menjanjikan meski SSSG turun,” jelasnya.

Sementara untuk RALS, Mirae Asset Sekuritas menurunkan target harga menjadi Rp640 yang didasari pada target price to earning (PE) 12 kali dari estimasi EPS 2022.

“Dengan pembukaan gerai baru yang masih lambat, RALS hanya akan mengandalkan pemulihan pendapatan dari toko existing,” katanya.

Sementara itu, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menyebutkan kenaikan inflasi memang menjadi sentimen negatif bagi emiten ritel. Namun data indeks keyakinan konsumen (IKK) yang mencapai level tertinggi dalam sejarah pada Mei 2022 dan adanya pelonggaran mobilitas bisa tetap menjadi katalis kinerja sektor ini.

Cheryl mengatakan saham emiten ritel yang bisa dicermati adalah MAPI dan AMRT. MAPI memiliki keunggulan pada brand yang ditawar yang identik dengan pusat perbelanjaan. Penjualan MAPI bisa meningkat di tengah pelonggaran PPKM yang memicu naiknya kunjungan mal.

“Sementara AMRT menjual kebutuhan sehari-hari dan mereka ekspansi ke seluruh wilayah Indonesia. Yang cukup menghadapi tantangan adalah ERAA karena produk elektronik relatif tinggi harganya,” kata Cheryl, Rabu (6/7/2022).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham Kinerja Emiten ritel lppf mapi rals
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top