Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bitcoin Lemah Letih Lesu, Diramal Bisa Turun ke US$13.000

Investor masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli, sehingga secara keseluruhan pasar kripto tetap lemah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  12:04 WIB
Harga Bitcoin Lemah Letih Lesu, Diramal Bisa Turun ke US$13.000
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga Bitcoin dan pasar kripto secara umum diprediksi masih tertekan pada awal pekan ini.

Berdasarkan data coinmarketcap.com pada Senin (4/7/2022), harga Bitcoin terpantau pada level US$19.091,06 atau melemah 0,8 persen selama 24 jam terakhir. Aset kripto lain, seperti Ethereum, Tether, dan Solana juga terpantau masih terkoreksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pasar kripto awal pekan ini terllihat kurang bergairah. Menurutnya, Bitcoin bahkan sedang kritis untuk berjuang tidak turun lebih lanjut di bawah level support-nya.

Market kripto sedang tidak bergairah selama akhir pekan lalu. Senin pagi ini sebagian besar kripto naik tipis. Investor masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli, sehingga secara keseluruhan market tetap lemah, dengan beberapa volatilitas cenderung datar,” kata Afid dikutip dari laman resmi Tokocrypto, Senin (4/7/2022).

Menurut Afid, Bitcoin akan mengalami kelanjutan penurunan harga. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$19.000 pada hari Kamis (30/6/2022) lalu setelah penolakan Securities and Exchange (SEC) AS terhadap dua ETF Bitcoin spot, teguran untuk Three Arrows Capital, karena dana lindung nilai kripto yang bermasalah dan pukulan baru dari indikator ekonomi yang mengecewakan.

Sejumlah analis percaya Bitcoin akan menembus harga di bawah dukungan sekitar US$18.000 - US$21.000 yang juga terjadi sepanjang Juni. Investor mungkin akan berjuang keras untuk menghindari koreksi Bitcoin lebih dalam dan menimbulkan kerugian yang lebih tinggi.

“Jika Bitcoin menembus level tersebut, maka koreksi ke kisaran US$13.000 hingga US$15.000 dapat terjadi dan dapat membawa pasar ke dalam spiral yang mungkin memerlukan periode waktu lebih lama untuk pemulihan,” jelas Afid.

Adapun, harga Bitcoin telah turun hampir 38 persen pada bulan Juni dan mencatat kerugian bulanan terbesar kedua sejak debutnya pada tahun 2009. Menurut Data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan lebih dari US$31.000 pada 1 Juni dan turun ke level US$17.700 pada pertengahan bulan, sebelum pulih dan mengakhiri Jun pada US$19.209.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin Ethereum aset kripto mata uang kripto cryptocurrency
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top