Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasib Binomo di Indonesia, Pemilik Belum Tertangkap, Masih Beroperasi?

Aplikasi binary option berkedok robot trading Binomo masih bisa diakses oleh masyarakat meski sudah berkali-kali diblokir oleh Bappebti dan Kemenkominfo.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Juli 2022  |  07:39 WIB
Nasib Binomo di Indonesia, Pemilik Belum Tertangkap, Masih Beroperasi?
Indra Kenz, afiliator Binary Option Binomo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarkat saat ditampilkan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/3/2022) - ANTARA - Laily Rahmawaty.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi binary option berkedok robot trading Binomo masih bisa diakses oleh masyarakat meski sudah berkali-kali diblokir oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengingatkan agar investor memilih pialang yang telah terdaftar di Bappebti, sebab return yang tinggi tidak lantas menjamin keamanan investor apabila terjadi penyalahgunaan dalam transaksi.

Dia menjelaskan, pialang Bappebti harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti modal disetor senilai Rp25 miliar, harus memiliki kantor, biaya bulanan, biaya kliring, dan terintegrasi dengan pihak perbankan yang menampung dana investor.

Adapun, dia melanjutkan pialang ilegal seperti Binomo, tidak melakukan sebagaimana yang disyaratkan oleh Bappebti tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi pendorong menawarkan return yang tinggi.

"Banyak pialang ilegal yang memberikan iming-iming keuntungan lebih besar karena mereka tidak mengeluarkan biaya cukup besar seperti yang legal," tuturnya lewat rilisnya, Sabtu (2/7/2022).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa risiko pada pialang ilegal seperti Binomo juga lebih besar, karena pemilik bisa melakukan penarikan dana investor. Penyebabnya, rekening penampung biasanya tidak terlindungi sebagaimana rekening yang dikelola pialang resmi.

Bahkan, tidak sedikit pialang ilegal atau mekanisme robot trading dimiliki oleh warga asing, atau masyarakat yang tidak menetap di Indonesia sehingga risiko kerugian investor sangat besar.

"Kalau ilegal seperti Binomo dana investor bisa ditarik yang bahkan ada yang di luar negeri. Jadi ini tidak aman," tegasnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menambahkan, selama ini investor pemula di pasar forex kerap mengabaikan aspek legalitas sehingga tidak sedikit yang terjebak dalam investasi abal-abal.

Reza menambahkan, investor harus teliti dalam menggunakan platform atau media perantara perdagangan valas. Hal terpenting yang patut diperhatikan adalah kepemilikan izin perusahaan perantara perdagangan dari pemerintah.

"Jangan termakan rayuan, karena apabila perantara bermasalah dana investor tidak bisa ditarik. Penyedia perdagangan itu harus punya izin operasional," katanya.

Sekadar informasi, salah satu manajer Binomo di Indonesia yang sudah tertangkap oleh kepolisian, Briad Edgar Nababan (BEN) menyampaikan bahwa Binomo memiliki afiliasi dengan perusahaan 404 Group yang berbasis di Rusia.

Sejak 2013, 404 Group bergerak di bidang teknologi informatika yang memberikan dukungan keuangan dan operasional untuk berbagai proyek berbasis internet. Sementara Binomo didirikan oleh Dolphin Corp.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappebti binomo robot trading Indra Kenz
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top