Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konglomerat Low Tuck Kwong Jual Saham BYAN Rp32 Miliar di Bawah Harga Pasar

Low Tuck Kwong menyampaikan dirinya melakukan penjualan 1,07 juta saham BYAN dengan harga Rp30.000 per saham, dengan nilai transaksi Rp32,1 miliar.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  15:13 WIB
Konglomerat Low Tuck Kwong Jual Saham BYAN Rp32 Miliar di Bawah Harga Pasar
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Low Tuck Kwong menyampaikan dirinya melakukan penjualan 1,07 juta saham BYAN dengan harga Rp30.000 per saham, dengan nilai transaksi Rp32,1 miliar. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konglomerat Low Tuck Kwong menjual sebagian sahamnya di emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) senilai Rp32,1 miliar.

Low Tuck Kwong menyampaikan dirinya melakukan penjualan 1,07 juta saham BYAN dengan harga Rp30.000 per saham. Dengan demikian, total transaksi tersebut mencapai Rp32,1 miliar.

"Tujuan transaksi ialah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung," paparnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/6/2022).

Tanggal transaksi dilakukan pada 22-24 Juni dan 29 Juni 2022. Setelah transaksi, Low Tuck Kwong memegang 2,037 miliar saham BYAN atau 61,13 persen, dari sebelumnya 2,038 miliar saham atau 61,16 persen.

Saham BYAN menjadi pendorong utama IHSG pada semester I/2022. Bahkan, saham BYAN juga menjadi saham termahal di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip data Bloomberg, saham BYAN naik 213,58 persen pada semester I/2022, dan berkontribusi mendorong IHSG 34,99 persen. Saham BYAN berada di posisi Rp77.950.

Artinya, dengan harga jual hanya Rp30.000 per saham, transaksi yang dilakukan Low Tuck Kwong tersebut jauh di bawah harga pasar reguler.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bayan resources transaksi saham BYAN Low Tuck Kwong
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top