Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Dibuka Menguat Bersama Mata Uang Asia Lain

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (28/6/2022). Rupiah naik ke level Rp14.797 per dolar AS.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  09:16 WIB
Rupiah Dibuka Menguat Bersama Mata Uang Asia Lain
Petugas menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (28/6/2022). Rupiah naik ke level Rp14.797 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, di pasar spot, rupiah menguat 0,34 persen ke level Rp14.797 per dolar AS pada pukul 09.04 WIB.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya dibuka bervariasi, yakni yen Jepang yang naik 0,24 persen, won Korea Selatan menguat 0,06 persen, yuan China turun 0,14 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,16 persen

Sementara itu, indeks dollar AS hingga pukul 09.05 WIB, menguat 0,01 persen atau 0,01 poin ke level 103,95.

Sebelumnya, Analis Monex Investindo Futures (MIFX) Faisyal mengatakan bahwa meskipun ada ekspektasi kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve AS, masih ada outlook perlambatan ekonomi AS dan pernyataan pesimis dari Pejabat International Monetary Fund (IMF) yang menekan pergerakan dolar AS.

Ekspektasi kenaikan suku bunga AS sempat menguatkan indeks dolar AS, khususnya setelah ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan kembali komitmen “tanpa syarat” dari Federal Reserve AS untuk mengendalikan inflasi yang saat ini berada di level tertinggi 40 tahun.

“Pernyataan Fed Powell didukung oleh Presiden Fed San Fransisco Mary Daly yang menunjukkan dukungan untuk kenaikan suku bunga lainnya sebesar 75 bps pada pertemuan bank sentral di bulan Juli” jelas Faisyal dalam riset harian, Senin (27/6/2022).

Namun, pasar masih mencemaskan adanya outlook resesi ekonomi karena pengetatan kebijakan moneter oleh para bank sentral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top