Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meneropong IHSG Semester II dan Rekomendasi Saham yang Ciamik

Derasnya aliran dana asing dan optimalnya kondisi perekonomian dalam negeri akan menjadi katalis positif yang menopang reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun. Berikut rekomendasi saham yang perlu dicermati.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Juni 2022  |  18:12 WIB
Meneropong IHSG Semester II dan Rekomendasi Saham yang Ciamik
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Derasnya aliran dana asing dan optimalnya kondisi perekonomian dalam negeri akan menjadi katalis positif yang menopang reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun. Berikut rekomendasi saham yang perlu dicermati.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (24/6/2022) IHSG ditutup di posisi 7.042,93 atau naik 0,62 persen. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 6.998,88 - 7.067,74.

Associate Director, Chief of Research PT Fokus Finansial Janson Nasrial mengatakan, IHSG masih berpotensi menguat hingga akhir tahun ini. Hal ini salah satunya ditopang oleh keyakinan investor terhadap pasar modal Indonesia yang tetap tinggi meski dibayangi sejumlah sentimen negatif seperti tren suku bunga global.

Ia menjelaskan, keyakinan investor terlihat dari derasnya aliran modal asing yang masuk sepanjang tahun 2022. Sejauh ini, Indonesia mencatatkan capital inflow tertinggi di Asia pasifik secara year to date, sebesar US$4.8 miliar.

“Artinya, persepsi investor asing melihat IHSG dan ekonomi indonesia sangat robust. Hanya pasar Thailand, Malaysia dan Indonesia di ASEAN yang mengalami capital inflow dari asing karena ketiga ekonomi tersebut ditopang oleh kekuatan komoditas,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (24/6/2022).

Janson melanjutkan, tren pemulihan ekonomi di Indonesia akan menjadi salah satu katalis positif yang mendukung reli IHSG hingga akhir tahun nanti. Seiring dengan hal tersebut, ia memproyeksikan IHSG akan bergerak ke posisi 7.300 – 7.400 pada akhir tahun.

Secara terpisah, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, pergerakan IHSG pada paruh kedua tahun 2022 masih akan dipengaruhi oleh normalisasi kebijakan moneter The Fed. Selain itu, respon kebijakan moneter Bank Indonesia terhadap langkah The Fed juga akan dicermati para pelaku pasar.

Sentimen lain dari global yang akan mempengaruhi IHSG adalah potensi resesi global akibat lonjakan inflasi yang dibarengi dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut berpeluang menekan reli IHSG hingga akhir tahun ini.

 “Menurut kami IHSG masih berpotensi koreksi dalam jangka pendek menengah, dengan range 6.600 – 7.400 sampai akhir tahun,” jelasnya.

Adapun, untuk rekomendasi saham, Janson mengatakan investor dapat mencermati saham di sektor komoditas yang merupakan penopang utama ekonomi Indonesia. Selain itu, saham – saham defensif seperti perbankan juga dapat dipantau.

Beberapa saham pilihan yang masih dapat dicermati menurut Janson adalah ADRO, UNTR, LSIP, INCO, BBRI, BBNI, dan ASII

Sementara itu, Cheril juga merekomendasikan investor untuk mencermati sektor komoditas dan energi hingga akhir tahun. Selain itu, saham di segmen konsumer primer dan finansial juga dapat menjadi opsi yang menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham pasar modal rekomendasi saham
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top