Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab IHSG Turun Jelang Pengumuman BI, Investor Asing Minggat

IHSG melemah di tengah kewaspadaan pasar terhadap proyeksi suku bunga BI dan ekonomi pada 2022.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  10:00 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta. IHSG melemah di tengah kewaspadaan pasar terhadap proyeksi suku bunga BI dan ekonomi pada 2022. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta. IHSG melemah di tengah kewaspadaan pasar terhadap proyeksi suku bunga BI dan ekonomi pada 2022. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah di awal perdagangan Kamis (23/6/2022) jelang pengumuman hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) siang nanti.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah di level 6.978,39. Lalu selang 30 menit perdagangan, setelah sempat menguat IHSG terpantau melemah lebih dalam 0,54 persen atau 37,43 poin ke level 6.946,88.

Adapun pada perdagangan Rabu (22/6/2022), IHSG ditutup melemah 0,85 persen di level 6.984,31.

Investor asing terpantau masih melepas saham emiten perbankan dan juga saham berkapitalisasi besar dengan aksi jual bersih atau net foreign sell sekitar Rp89,40 miliar per pukul 09.30.

Saham paling banyak dilepas asing pada perdagangan hari ini adalah saham emiten perbankan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar Rp45,2 miliar. Sementara Saham BBRI masih terpantau stagnan di level 4.320.

Kemudian saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang juga ikut dilepas, masing-masing mencatat net foreign sell sebesar Rp10,5 miliar dan Rp9,7 miliar, sehingga saham keduanya terpantau melemah.

Di sisi lain saham PNBN, ASII, dan HRUM menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing dengan masing-masing net buy sebesar Rp7,3 miliar, Rp6,0 miliar, dan Rp4,5 miliar. Namun demikian, aksi asing tersebut tidak mampu menggerek penguatan saham ketiganya.

Sementara itu, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tengah dilaksanakan dan para pelaku pasar tengah menunggu rilis dari rapat tersebut, mengingat pekan lalu The Fed kembali mengumumkan kenaikan suku bunga.

Analis OCBC Sekuritas Hendy Andrean menyebutkan, setelah sempat menguat, saham-saham di Amerika Serikat juga langsung anjlok dalam semalam.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 47,12 points, atau 0,15 persen ke 30.483,13. Selanjutnya, S&P 500 tergelincir 0,13 persen ke 3.759,89, dan indeks komposit Nasdaq Composite turun 0,15 persen ke 11.053,08.

"Hal ini karena sebelumnya, Kepala The Fed Jerome Powell mengatakan pada Kongres bahwa bank sentral sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun di AS," ungkap Hendy dalam riset harian, Kamis (23/6/2022).

Untuk perdagangan hari ini, OCBC Sekuritas memperkirakan IHSG dapat bergerak bearish dengan resistance di 7.079 dan support di 6.855.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bank Indonesia Indeks BEI Suku Bunga rdg
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top