Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Researcher Zipmex Jelaskan Penyebab Koreksi Pasar Aset Kripto

Koreksi pasar aset kripto dipicu langkah The Fed menaikkan suku bunga. Akibatnya, investor institusional cenderung beralih ke instrumen investasi yang dinilai berisiko lebih rendah.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 18 Juni 2022  |  11:42 WIB
Researcher Zipmex Jelaskan Penyebab Koreksi Pasar Aset Kripto
Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta, Minggu (20/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Platform jual beli aset digital Zipmex menjelaskan beberapa alasan pasar kripto mengalami koreksi selama beberapa minggu terahkir ini.

Research Analyst Zipmex Indonesia Fahmi Almuttaqin menjelaskan kondisi sosiopolitik global yang tidak menentu telah membawa perekonomian Amerika Serikat mengalami inflasi sebesar 8,6 persen dibandingkan  tahun lalu. Tingkat ini mencatat rekor tertinggi sejak tahun 1981.

Untuk menekan laju inflasi, bank sentral Amerika Serikat atau yang lazim dikenal sebagai The Fed memberikan sinyal akan kembali menaikkan suku bunga. Akibatnya, investor institusional cenderung beralih ke instrumen investasi yang dinilai berisiko lebih rendah.

Hal ini berdampak pada penurunan permintaan pada instrumen investasi dengan profil risiko yang lebih tinggi, seperti saham perusahaan teknologi dan aset kripto, yang mengakibatkan penurunan nilai pasar aset digital secara keseluruhan.

“Setelah terjadinya insiden pada stablecoin TerraUSD dan saudaranya Luna pada bulan Mei lalu, investor aset kripto kini diterpa krisis kepercayaan akibat dibekukannya fitur penarikan dana di Celsius Network, sebuah platform digital yang memungkinkan penggunanya mengajukan pinjaman dengan aset kripto sebagai jaminan,” jelas Fahmi dalam keterangan resmi pada Sabtu (18/6/2022)

Kendati demikian, jumlah wallet dengan kepemilikan lebih dari 10.000 Bitcoin tercatat mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Situasi ini mencerminkan posisi investor skala besar yang berada dalam posisi akumulasi mengingat data Coinbase Premium Index masih berada pada angka negatif.

Coinbase Premium Index sendiri merupakan sebuah indeks yang kerap digunakan untuk menjadi penanda seberapa besar permintaan terhadap Bitcoin. Indeks di angka negatif menunjukkan keengganan investor asal Amerika Serikat untuk membeli Bitcoin pada harga premium.

“Harga aset kripto pada umumnya berkorelasi dengan jumlah wallet yang menyimpan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Bila kita melihat data historikal, jumlah wallet dengan kategori ini mengalami penurunan terbesar di puncak harga Bitcoin pada 2021,” jelasnya

Artinya, periode tersebut merupakan waktu di mana investor merealisasikan profit atas aset Bitcoin yang dimilikinya. Kenaikan jumlah wallet yang memiliki lebih dari 10.000 Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir memberikan sinyal positif, karena kondisi ini mengindikasikan investor besar masih memiliki kepercayaan terhadap nilai Bitcoin.

Selain itu, projek-projek berbasis teknologi blockchain seperti NFT, DeFi, atau Play to Earn berkualitas tinggi yang baru dibangun pada tahun 2021 terpantau mulai menunjukkan progresnya di tahun 2022 dan berpotensi berkontribusi pada peningkatan nilai pasar secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Kebijakan The Fed tekanan inflasi the fed cryptocurrency mata uang kripto Tokocrypto aset kripto
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top