Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reaksi Trump atas Serangan Rusia Picu Rebound Harga Minyak Mentah

Harga minyak dunia naik setelah Trump bereaksi keras terhadap serangan Rusia ke Ukraina, dengan Brent naik 0,8% dan WTI naik 0,7% pada 29 Agustus 2025.
Pompa angguk atau pump unit dan drilling rigs beroperasi di kilang minyak dekat Laut Kaspia, Baku, Azerbaijan pada Kamis (14/11/2024). / Bloomberg-Andrey Rudakov
Pompa angguk atau pump unit dan drilling rigs beroperasi di kilang minyak dekat Laut Kaspia, Baku, Azerbaijan pada Kamis (14/11/2024). / Bloomberg-Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia berbalik menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi keras atas serangan rudal dan drone Rusia ke Ukraina.

Melansir Reuters pada Jumat (29/8/2025), harga minyak berjangka Brent naik 57 sen atau 0,8% menjadi US$68,62 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 45 sen atau 0,7% ke US$64,60 per barel.

Pejabat kota Kyiv melaporkan sedikitnya 21 orang tewas akibat serangan rudal dan drone Rusia pada Kamis (28/8/2025) waktu setempat. Di sisi lain, militer Ukraina menyatakan berhasil menyerang dua kilang minyak Rusia menggunakan drone pada malam sebelumnya.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump akan memberikan pernyataan resmi terkait situasi tersebut pada Kamis malam. Kedua patokan harga minyak sempat turun sekitar 1% di awal sesi, tetapi berbalik positif setelah komentar tersebut.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati respons India terhadap tekanan AS agar menghentikan pembelian minyak Rusia. Trump sehari sebelumnya menggandakan tarif impor dari India hingga 50%. Meski demikian, para pedagang menyebut ekspor minyak Rusia ke India justru diperkirakan meningkat pada September.

Harga minyak juga sempat tertekan karena kekhawatiran melemahnya permintaan bahan bakar setelah libur panjang Labor Day di AS. Dari sisi pasokan, OPEC+ berencana menambah produksi September sebesar 547.000 barel per hari.

“Permintaan yang lebih lemah dan pasokan yang lebih tinggi akan menyebabkan kenaikan persediaan minyak. Hal ini akan membebani kontrak energi secara keseluruhan seiring berakhirnya musim panas, permintaan bensin yang menurun, dan peralihan kilang ke produk musim dingin yang lebih murah,” tulis Ritterbusch and Associates dalam catatan pasar.

Menambah tekanan pada harga, pasokan minyak mentah Rusia ke Hongaria dan Slovakia melalui pipa Druzhba kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat serangan Ukraina ke wilayah Rusia pekan lalu, menurut perusahaan minyak Hongaria MOL dan Menteri Ekonomi Slovakia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro