Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aldiracita Sekuritas Catatkan Transaksi Obligasi Rp7,8 Triliun

PT Aldiracita Sekuritas Indonesia mencatatkan nilai transaksi obligasi sebesar Rp7,8 triliun hingga Mei 2022.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  17:30 WIB
Aldiracita Sekuritas Catatkan Transaksi Obligasi Rp7,8 Triliun
ilustrasi obligasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aldiracita Sekuritas Indonesia mencatatkan nilai transaksi obligasi sebesar Rp7,8 triliun hingga Mei 2022.

Jumlah tersebut membuat Aldiracita Sekuritas menempati peringkat ke-2 Bloomberg Indonesia Bonds League Table. Adapun, jumlah penerbitan obligasi per Juni tahun 2022 adalah Rp62,3 Triliun dengan persentase terbesar datang dari sektor keuangan, materials, industri, dan konsumer.

Anindita Cintasya, DCM Specialist Investment Banking PT Aldiracita Sekuritas Indonesia menyatakan tingkat likuiditas secara keseluruhan pada saat ini cukup tinggi. Hal ini seiring dengan pertumbuhan deposito yang cukup besar, namun tingkat loan disbursement relatif tidak setinggi deposito.

“Hal ini menyebabkan terdapat surplus likuiditas yang dapat dialokasikan ke obligasi korporasi dan menjadi salah satu key drivers tingginya penyerapan pasar terhadap penerbitan obligasi korporasi, termasuk yang dialami oleh Aldiracita Sekuritas,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (14/6/2022).

Tingginya kebutuhan refinancing dan mulai pulihnya ekonomi akan menjadi menjadi katalis positif bagi investor maupun korporasi. Jika dibandingkan dari sisi imbal hasil, obligasi korporasi cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah. Menurut data Pefindo, diperkirakan jumlah penerbitan surat utang akan mencapai kisaran Rp102,4 triliun untuk asumsi konservatif dan Rp151,2 triliun untuk proyeksi optimis.

Seiring dengan hal tersebut, kebutuhan refinancing terlihat dari jumlah obligasi korporasi yang jatuh tempo pada 2022 mencapai Rp157 triliun. Namun risiko muncul dari kenaikan suku bunga The Fed dan peningkatan imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun yang dapat membuat biaya penerbitan obligasi meningkat.

Pada tahun 2021 total penerbitan surat hutang adalah sebesar Rp113,06 Triliun, meningkat dari tahun 2020 sebesar Rp96,6 triliun, mencerminkan peningkatan keinginan korporasi untuk menerbitkan surat utang baru. Performa dari Indobex Corporate dengan YTD 2,64% mengungguli Indobex Government dengan ytd -1.20% katalis meningkatnya prospek obligasi korporasi Indonesia.

Erik Sentosa, Head of Investment Banking PT Aldiracita Sekuritas Indonesia menyatakan optimismenya rencana pengembangan divisi Investment Banking Aldiracita Sekuritas pada bidang-bidang lainnya seperti equity capital market.

“Kami berusaha menjaga momentum pertumbuhan kami agar Aldiracita Sekuritas dapat menjadi investment bank pilihan bagi emiten untuk aksi korporasi emiten. Selain sudah terbukti berpengalaman dalam penerbitan surat utang, tim kami sudah memiliki pengalaman panjang untuk kegiatan financial advisory dan berharap untuk dapat menjadi lebih aktif di transaksi equity IPO,” jelasnya.

Erik menambahkan, sektor teknologi akan menjadi sektor utama kegiatan equity capital market dengan banyaknya perusahaan teknologi yang memperkuat permodalan melalui kegiatan IPO dan dukungan dari regulator dengan adanya peraturan-peraturan baru untuk perusahaan-perusahaan dalam katergori new economy.

“Kami melihat tren aktivitas transaksi pasar modal akan diramaikan oleh perusahaan-perusahaan teknologi. Mudah-mudahan kami dapat menjadi bagian dari tren ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Obligasi Pemerintah obligasi korporasi sekuritas
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top