Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Emas Berpotensi Naik, Saham Bumi Resources (BRMS) Mampu Tembus Rp225?

Kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) berpotensi melesat dengan target harga mencapai Rp225.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  18:45 WIB
Produksi Emas Berpotensi Naik, Saham Bumi Resources (BRMS) Mampu Tembus Rp225?
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) berpotensi melesat dengan target harga saham mencapai Rp225.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu meyakini BRMS akan mampu meningkatkan angka produksinya secara signifikan. Hal itu, didukung antara lain oleh pabrik keduanya di Poboya dengan kapasitas 4.000 ton bijih emas/hari.

Manajemen BRMS menargetkan pabrik akan mulai beroperasi pada semester dua mendatang. Pabrik tersebut akan menambah kapasitas pengolahan BRMS, yang saat ini sebesar 500 ton/hari.

“Kami memproyeksikan produksi emas BRMS pada 2022 hingga 2024 akan mencapai 19.000, 26.000, dan 59.000 per oz, didukung antara lain rencana ekspansi perseroan serta rencana pembangunan pabrik ketiga dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari pada kuartal I/2024,” katanya dalam riset dikutip Kamis (9/6/2022).

Selain itu, dia memperkirakan harga emas akan cenderung stabil pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya dolar AS serta arah pasar yang lebih condong ke komoditas batubara dan nikel.  Dengan begitu, BRMS mampu mencatatkan pertumbuhan produksi emas sebesar 292,1 persen yoy pada 2022 dan 35 persen yoy pada 2023, didukung salah satunya oleh pabrik barunya di Poboya.

Lonjakan angka produksi tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan pendapatan BRMS 2022-2023 ke angka US$ 45,8 juta hingga US$61,8 juta. Maka itu, Dessy merekomendasikan beli dengan target harga Rp225.

Adapun risiko investasi bagi para investor adalah angka produksi yang lebih rendah dari target, efisiensi beban yang tidak sesuai ekspektasi, dan tertundanya operasional pabrik baru.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, emiten tambang Grup Bakrie ini membukukan laba bersih hingga US$1,9 juta, jumlah ini naik 14 persen dari tahun sebelumnya sebesar US$1,67 juta.

Kenaikan laba diperoleh dari pertumbuhan pendapatan sebesar 118 persen pada kuartal I/2022 menjadi US$2,9 juta, dari tahun sebelumnya hanya US$1,35 juta.

Berdasarkan segmen, pendapatan BRMS sepanjang kuartal I/2022 disumbang paling banyak dari anak usaha, PT Citra Palu Minerals yang berhasil melakukan produksi emas yang semakin tinggi dari 24 kg pada kuartal I/2021 menjadi 41 kg pada kuartal I/2022.

Adapun, penjualan emas dari  PT Bhumi Satu Inti meningkat dari US$1,35 juta menajadi US$2,46 juta. Sementara itu, jasa pertambangan dari Bellridge Holdings Limited menyumbang pendapatan US$500.000 dari tahun sebelumnya belum tercatat.

Direktur Utama BRMS Agus Projosasmito mengatakan, perseroan akan terus meningkatkan kinerja produksi dan keuangan BRMS untuk kepentingan para pemegang saham.

“Konstruksi pabrik emas kami yang kedua di Palu dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari, berjalan sesuai jadwal dan akan diselesaikan di tahun ini,” terangnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/5/2022).

Adapun, pabrik emas baru tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja produksi, pendapatan, dan laba bersih perusahaan di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham emas bumi resources minerals brms
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top