Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impack Pratama (IMPC) Targetkan Laba Rp260 Miliar pada 2022, Ekspansi Bisnis di Asean hingga Australia

Emiten plastik bahan bangunan PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) menyiapkan sejumlah ekspansi seperti mengembangkan pabrik di Australia hingga menggenjot pasar Asean.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  18:29 WIB
Impack Pratama (IMPC) Targetkan Laba Rp260 Miliar pada 2022, Ekspansi Bisnis di Asean hingga Australia
Twinlite. PT Impack Pratama Industri Tbk memiliki varian produk lembaran atap Polycarbonate, Vynil, uPVC, Serat (Fiber) dan Fiber Reinforced Polyester (FRP). - Impack Pratama Industri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) menargetkan pendapatan Rp2,6 triliun dan laba bersih Rp260 miliar pada 2022 seiring dengan rencana ekspansi ke pasar Asean. 

Perseroan yang pada hari ini, Rabu (8/6/2022) telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan sekaligus menggelar acara public expose di kantornya, daerah Jakarta Utara menargetkan kenaikan 16,7 persen pendapatan dan 23,8 persen laba bersih di tahun 2022.

Manajemen Impack Pratama Industri menetapkan kenaikan pendapatan pada tahun 2022 menjadi Rp2,60 triliun dari sebelumnya di tahun 2021 yang telah meraup Rp2,23 triliun. Laba bersih dari Rp210 miliar di tahun 2021, ditargetkan naik menjadi Rp260 miliar di tahun 2022.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2021, IMPC mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 23,91 persen menjadi Rp2,23 triliun dari sebelumnya Rp1,80 triliun pada 2020.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2021 adalah sebesar Rp210,04 miliar, naik 67,95 persen jika dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya sebanyak Rp125,06 miliar.

Direktur Impack Pratama Industri baru yang diumumkan pada RUPST hari ini, Phillip Tjipto dalam paparan publik menjelaskan bahwa demi memenuhi target tersebut, perseroan telah mengatur empat strategi terkait.

“Strategi tersebut terdiri dari; mendirikan pabrik plafon uPVC, di mana investasi ini akan dibagi dalam dua fase, fase pertama akan direalisasi pada kuartal III/2022 dan fase kedua pada kuartal I/2023,” jelas Phillip dalam paparan publik, Rabbu (8/6/2022).

Tidak hanya itu, Impack Pratama Industri juga tengah membangun pabrik ketiga di Australia, tepatnya di Melbourne. Adapun pabrik tersebut merupakan pabrik FRP yang diestimasikan akan selesai pada kuartal I/2023 dengan biaya investasi pembangunan sebesar 1,5 juta dolar Australia.

“Di mana dalam ekspansi ini kami melihat pangsa pasar yang cukup menarik dan menjanjikan di Melbourne. Selain itu kami juga berupaya untuk menjadi market leader di Australia untuk pasar FRP,” paparnya.

Strategi perseroan selanjutnya adalah berencana untuk membuka unit produksi Alderon di negara ASEAN lain.

Phillip menjelaskan, mulai tahun 2021, perseroan sudah memulai memasarkan produk Alderon ke mancanegara terutama negara-negara di Asia-Pasifik dan melihat pertumbuhan minat terhadap produk tersebut.

Oleh karena itu, perseroan berencana akan memulai ekspansi pada tahun 2023 mendatang dan saat ini tengah mempertimbangkan dan meninjau berbagai kesempatan dan pertumbuhan di pasar ASEAN.

Terakhir, Phillip mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tengah berupaya mewujudkan digitalisasi kanalnya kepada konsumen ritel melalui program Customer Relationship Management.

“Melalui digitalisasi ini kami berharap untuk dapat mengelola kanal distribusi kami sehingga dapat meningkatkan pelayanan kami kepada customers,” katanya.

Dia mengharapkan, digitalisasi kenal perusahaan akan dapat mulai dijalankan pada kuartal IV/2022.

Sementara itu, Corporate Finance Impack Pratama Industri Nixon Randy Wisata mengungkapkan perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp180 miliar yang berasal dari kas perseroan dan pinjaman bank.

“Alokasi pendanaan capex tersebut adalah terutama untuk tanah dan bangunan serta mesin,” jelas Nixon.

Jika dirinci, dari Rp180 miliar capex yang ada, 62 persennya akan digunakan untuk tanah dan bangunan, kemudian 30 persen untuk mesin, 6 persen untuk kendaraan, dan 2 persen untuk peralatan kantor dan perlengkapan pabrik.

Melalui keterangan resmi, Direktur Utama Impack Pratama Industri Haryanto Tjiptodihardjo mengungkapkan pada RUPST, perseroan juga merubah susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

“RUPS Tahunan telah memutuskan untuk mengangkat Bapak Phillip Tjipto sebagai Direktur Perseroan serta mengangkat Ibu Lindawati sebagai Komisaris Perseroan, dan telah memberhentikan secara hormat Bapak Nga Seg Min dari jabatan Wakil Direktur Utama Perseroan”, pungkasnya.

Berikut susunan Direksi Perseroan terbaru:

Direktur Utama : Haryanto Tjiptodihardjo

Direktur : David Herman Liasdanu

Direktur : Janto Salim

Direktur : Lisan

Direktur : Sugiarto Romeli

Direktur : Wira Yuwana

Direktur : Phillip Tjipto


Adapun susunan Dewan Komisaris Perseroan menjadi:

Komisaris Utama : Handojo Tjiptodihardjo

Komisaris Independen : Kelvin Choon Jhen Lee

Komisaris : Lindawati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten target bahan bangunan impack pratama industri impc
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top