Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Level CDS Indonesia Masih Berpotensi Turun pada Semester II/2022

Pergerakan CDS Indonesia 5 tahun cenderung bergerak volatil sepanjang bulan Mei, terutama di awal bulan, seiring dengan tekanan nilai tukar dolar AS dan obligasi AS atau US Treasury.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  19:13 WIB
Level CDS Indonesia Masih Berpotensi Turun pada Semester II/2022
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia masih berpeluang menurun pada tahun ini. Sikap The Fed yang tidak seagresif pada paruh pertama tahun 2022 serta stabilitas nilai tukar rupiah menjadi sentimen penopang.

Berdasarkan data worldgovernmentbonds.com, credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia per 6 Juni 2022 ada di level 105,29. Posisi tersebut mengindikasikan probabilitas default atau gagal bayar sebesar 1,75 persen.

Meski masih bergerak naik, level CDS Indonesia saat ini cenderung lebih rendah dibandingkan posisi pada awal Mei lalu di kisaran 136,05.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, pergerakan CDS Indonesia 5 tahun cenderung bergerak volatil sepanjang bulan Mei, terutama di awal bulan. Hal ini seiring dengan tekanan nilai tukar dolar AS dan obligasi AS atau US Treasury.

CDS Indonesia sempat naik hingga 130,5 pasca libur lebaran, meskipun kemudian pergerakannya cenderung stabil di akhir bulan. Jika dilihat dari pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) Indonesia, pada awal bulan imbal hasil sempat menyentuh 7,41 persen seiring dengan kenaikan CDS.

Yield SUN Indonesia kemudian kembali turun ke level 7,04 persen di akhir bulan. Menurutnya, pergerakan CDS yang naik tinggi pada awal bulan Mei disebabkan oleh pernyataan hawkish dari The Fed pada saat FOMC, sehingga ekspektasi dari yield obligasi AS meningkat.

“Namun, pada akhir bulan Mei, seiring dengan perlambatan dari indikator ekonomi AS, serta kekhawatiran hard landing dari ekonomi AS, yield kembali turun, dan mendukung penurunan CDS Indonesia,” jelasnya saat dihubungi pada Senin (6/6/2022).

Ke depannya, Josua memprediksi CDS Indonesia akan bergerak menurun terbatas. Hal ini seiring dengan melandainya indikator-indikator perekonomian AS, termasuk data ketenagakerjaan.

Pergerakan CDS Indonesia juga akan ditopang oleh proyeksi bahwa The Fed mungkin tidak akan terlalu hawkish pada semester II/2022, dibandingkan dengan kebijakan di bulan Mei-Juli.

Tidak hanya dari sisi internasional, sentimen dari dalam negeri juga diyakini akan menopang penguatan CDS 5 tahun Indonesia.

“Dengan proyeksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan mulai menaikan suku bunganya pada kuartal III/2022, perbedaan tingkat suku bunga (interest rate difference) antar kedua mata uang akan mengecil, yang diperkirakan mampu mendorong penurunan CDS Indonesia,” jelasnya.

Secara terpisah, Chief Investment Officer STAR AM Susanto Chandra memaparkan pergerakan pasar obligasi dan CDS 5 tahun Indonesia saat masih dipengaruhi oleh ekspektasi laju inflasi. Selain itu, pasar juga mencermati peningkatan suku bunga yang akan dilakukan baik dari The Fed maupun Bank Indonesia (BI).

Ia menambahkan, level CDS Indonesia nantinya juga akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah. Menurutnya, selama nilai tukar rupiah relatif stabil, maka pergerakan CDS juga berpotensi stabil.

Adapun, saat ini STAR AM masih melakukan investasi yang didominasi pada obligasi korporasi dengan durasi dibawah 5 tahun untuk meminimalisir volatilitas.

“Apabila kami melihat ekspektasi laju inflasi sudah terkendali maka secara perlahan portfolio akan disesuaikan kepada durasi yang lebih panjang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi cds credit default swap
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top