Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kliring Berjangka (KBI) Incar Laba Bersih Rp108,2 Miliar pada 2022

Pada 2022, anak BUMN PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mengincar laba bersih Rp108,2 miliar.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 31 Mei 2022  |  04:51 WIB
Kliring Berjangka (KBI) Incar Laba Bersih Rp108,2 Miliar pada 2022
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi. - KBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) pada tahun 2021 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp101,6 miliar, atau mengalami peningkatan 53 persen. Pada 2022, KBI mengincar laba bersih Rp108,2 miliar.

Tahun lalu, KBI membukukan laba bersih Rp101,6 miliar, naik 53 persen dari Rp66,4 miliar pada 2020. Peningkatan laba bersih ini ditopang dari pertumbuhan pendapatan operasional tahun 2021 yang meningkat sebesar 12 persen menjadi Rp189,5 miliar dari sebelumnya Rp170 miliar.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia, mengatakan pencapaian laba bersih  tahun 2021 ini tentunya merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

"Upaya yang dilakukan KBI adalah dengan melakukan transformasi serta peningkatan layanan," jelasnya dalam siaran pers, Senin (30/5/2022).

Dalam hal transformasi dan layanan, KBI telah melakukan  digitalisasi dalam kegiatan usaha sehingga tetap bisa menjalankan perannya sebagai lembaga kliring maupun sebagai pusat registrasi resi gudang dengan maksimal.

Peningkatan kinerja yang diperoleh KBI berbanding lurus dengan lini usahanya yang juga mengalami pertumbuhan. Dari lini usaha sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan PenyesaianTransaksi di Bursa Berjangka Jakarta, sepanjang tahun 2021 volume transaksi mencapai 9.555.097,0 Lot, terdiri dari 2.012.529,0 Lot Transaksi Multilateral serta 7.542.568 Lot untuk Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Transaksi ini mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun 2020 dengan volume transaksi mencapai 9.446.122,4  Lot, terdiri dari 1.678.267 Lot Transaksi Multilateral serta 7.767.855,4 Lot untuk Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Dari lini usaha sebagai Lembaga Kliring Pasar Fisik Timah Murni Batangan untuk ekspor, sepanjang tahun2021 transaksi pasar fisik timah murni bantangan di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI tercatat sebanyak 10.977 Lot dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20,7 Triliun.

Dari total transaksi yang tersebut, di pasar fisik timah murni batangan untuk ekspor mencapai 8.862 Lot dengan nilai transaksi sebesar US$1,4 miliar, atau sekitar Rp 19,7 triliun. Sedangkan dari Pasar Fisik Timah dalam negeri, sepanjang tahun 2021 (Maret – Desember) transaksi mencapai 2.115 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp987 milliar.

Di lini bisnis sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 tercatat pemanfaatan resi gudang mencapai 633 RG yang diregistrasi,  dalam volume 13.968 ton dengan nilai pembiayaan sebesar Rp277 miliar.

Pencapaian ditahun 2021 tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2020, dimana jumlah resi gudang yang diregistrasi mencapai 427 RG dalam volume 9.590 ton dengan nilai pembiayaan mencapai Rp93,8 miliar.

Pada 2022 ini, sambung Fajar, KBI menargetkan laba sebesar Rp108,2 miliar, atau meningkat 6,5  persen dibandingkan perolehan laba tahun 2021. Sedangkan dari sisi pendapatan, KBI mengincar Rp228,8 miliar, meningkat 20,7 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu.

Sebagai catatan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, KBI selalu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang positif. Di tahun 2017, KBI mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,4 miliar, tahun 2018 Rp 27,5 miliar, 2019 sebesar Rp50,3 miliar, tahun 2020 sebesar Rp66,4 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 101,6 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas BUMN danareksa pt kliring berjangka indonesia
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top