Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berbalik Untung, PGN (PGAS) Sepakat Tebar Dividen Rp3,01 Triliun

Pemegang saham PGN (PGAS) memutuskan untuk membagikan deviden tahun buku 2021 sebesar US$205.955.966 atau setara Rp3,01 triliun, setelah tahun lalu absen menyetor dividen.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  14:35 WIB
Penguasaan aspek teknologi 4.0 menjadi salah satu fondasi utama PGN untuk mencapai keberhasilan pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor.  - PGN
Penguasaan aspek teknologi 4.0 menjadi salah satu fondasi utama PGN untuk mencapai keberhasilan pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor. - PGN

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN, subholding gas Pertamina menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan salah satu agenda rapat menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2021.

Dalam RUPST emiten berkode saham PGAS ini, pemegang saham memutuskan untuk membagikan deviden tahun buku 2021 sebesar US$205.955.966 atau setara Rp3,01 triliun, yang berarti Rp124,42 per lembar saham kepada pemerintah dan pemegang saham.

Sebagai informasi, PGN absen menyetor dividen pada tahun lalu. Maklum, perusahaan mencatat kerugian bersih US$264,77 juta sepanjang pada 2020. Sementara pada 2021 PGN berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$303,82 juta.

Selain itu, RUPST juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a Member Firm of Ernst & Young Global Limited) untuk audit tahun 2022 dan besaran tantiem untuk tahun buku 2021 dan gaji/ honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk tahun buku 2022 bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

Untuk perubahan pengurus perseroan, Pertamina selaku penerima kuasa dari Seri A Dwiwarna tidak mengusulkan perubahan pengurus dan RUPST membatalkan agenda perubahan pengurus.

“Dalam peran sebagai Subholding Gas Pertamina, perseroan secara berkelanjutan mengoptimalkan setiap peluang gas bumi melalui program gasifikasi, LNG trading, dan retail yang merupakan fokus perusahaan saat ini dan ke depan,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam keterangan pers, Jumat (27/5/2022).

Dengan portofolio bisnis mencakup upstream, midstream, hingga downstream, PGN berkomitmen mengelola rantai bisnis gas bumi, CNG dan LNG yang terintegrasi dengan jaringan infrastruktur gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini, perseroan fokus dalam finalisasi penyelesaian pipa transportasi minyak rokan untuk menyalurkan minyak mentah dari Blok Rokan sebesar 265.000 barel per hari dalam mendukung peningkatan produksi minyak bumi Indonesia.

Selain itu, perseroan juga sedang menjalankan pembangunan jaringan gas (jargas), yang selain melayani rumah tangga juga sekaligus sebagai pintu masuk ekspansi jaringan distribusi ke segmen bisnis lain, dengan peningkatan nilai tambah layanan digitalisasi data dan smart meter.

Proyek strategis selanjutnya adalah gasifikasi pembangkit listrik melalui pembangunan infrastruktur gas bumi untuk pembangkit listrik yang berlokasi di wilayah Indonesia Tengah dan Timur serta gasifikasi kilang minyak untuk mendukung efisiensi kilang minyak pertamina di RU IV Cilacap, RU VI Balongan, dan RU V Balikpapan sebagai wujud sinergi Pertamina Group.

"PGN selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen mengoptimalkan secara berkelanjutan setiap peluang gas bumi melalui program gasifikasi di seluruh sektor sebagai solusi energi transisi yang menjadi fokus perusahaan dalam jangka panjang,” tutup Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN PGN dividen rupst pgas
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top