Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Mentah WTI Naik 4 Pekan Beruntun, Uni Eropa Mau Embargo Rusia

Harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut, yang terakhir terjadi pada pertengahan Februari 2022.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2022  |  08:28 WIB
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak sedikit lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (20/5/2022) waktu setempat, karena rencana larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan pelonggaran penguncian Covid-19 di China melawan kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi akan merugikan permintaan.

Mengutip Antara, Sabtu (21/5/2022), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 51 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di US$112,55 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik US$1,02 atau 0,9 persen, menjadi ditutup di US$113,23 per barel pada hari terakhirnya kontrak bulan depan.

WTI mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut, yang terakhir terjadi pada pertengahan Februari 2022. Brent naik sekitar 1,0 persen minggu ini setelah jatuh sekitar 1,0 persen minggu lalu.

Kontrak WTI yang lebih aktif diperdagangkan untuk Juli naik sekitar 0,4 persen menjadi berakhir di US$110,28 per barel.

"Risiko tetap berayun ke sisi positif ... mengingat pembukaan kembali China dan upaya lanjutan menuju embargo minyak Rusia oleh Uni Eropa," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Di China, Shanghai tidak memberi sinyal perubahan apa pun pada rencana berakhirnya penguncian seluruh kota yang berkepanjangan pada 1 Juni, meskipun kota itu mengumumkan kasus Covid-19 baru pertamanya di luar area karantina dalam lima hari.

Pasar energi memperkirakan pencabutan beberapa pembatasan virus corona di Shanghai akan meningkatkan permintaan energi. China adalah importir minyak mentah utama dunia.

Uni Eropa berharap untuk mencapai kesepakatan tentang larangan impor minyak mentah Rusia yang mencakup pemotongan untuk negara-negara anggota yang paling bergantung pada minyak Rusia, seperti Hongaria.

"Peluang embargo Uni Eropa diumumkan lebih cepat daripada nanti meningkat setelah keberhasilan Jerman dalam memotong impor minyak Rusia lebih dari setengahnya dalam waktu yang sangat singkat," kata penelitian konsultan BCA dalam sebuah catatan.

Perusahaan-perusahaan besar Jerman sedang menyusun rencana menggunakan sistem lelang untuk membantu jatah pasokan yang tersedia jika Rusia menghentikan pasokan gasnya, meskipun beberapa khawatir itu bisa menghukum perusahaan kecil.

Di Amerika Serikat, perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam selama sembilan minggu berturut-turut, menurut hitungan rig Baker Hughes, karena sebagian besar produsen kecil menanggapi harga tinggi dan dorongan pemerintah untuk meningkatkan produksi.

Jumlah rig merupakan indikator pertumbuhan produksi di masa depan.

Penduduk Amerika terus berada di belakang kemudi meskipun harga bensin di SPBU terus mencapai rekor tertinggi. Klub otomotif AAA mengatakan rata-rata harga bensin tanpa timbal reguler nasional mencapai rekor US$4,59 per galon pada Jumat (20/5/2022).

Di India, impor minyak mentah pada April mencapai tertinggi dalam 3,5 tahun. Hal ini lantaran importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia meningkatkan pembelian minyak Rusia yang didiskon untuk mendorong pemulihan permintaan dan melawan harga yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top