Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Unilever Indonesia (UNVR) Perlu Bikin Bisnis Makanan Baru usai Lebaran 2022?

Analis Bloomberg Intelligence rekomendasikan segmen bisnis makanan baru untuk perkuat kinerja Unilever Indonesia.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 02 Mei 2022  |  12:15 WIB
Unilever Indonesia (UNVR) Perlu Bikin Bisnis Makanan Baru usai Lebaran 2022?
Unilever - www.unilever.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dapat memaksimalkan potensi bisnisnya melalui segmen makanan baru usai Lebaran 2022.

Senior Industry Analyst Bloomberg Intelligence Catherine Lim dan Sheng Tan Zhu menjelaskan, Unilever Indonesia dapat berinvestasi dalam bisnis makanan baru untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan perseroan. 

“Hal ini karena kekhawatiran akan pandemi Covid-19 telah berkurang, untuk mendorong penjualan yang lebih tinggi ke bisnis katering dan perhotelan,” tulis mereka dalam riset yang diterbitkan Bloomberg, dikutip Senin (2/5/2022).

Bisnis makanan baru tersebut hendaknya masuk dalam kategori produk terjangkau untuk mayoritas konsumen berpenghasilan rendah di Indonesia, karena dinilai dapat membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Konsekuensinya, produk makanan ini umumnya memiliki margin yang lebih rendah daripada barang-barang rumah tangga dan perlengkapan perawatan personal.

Apabila strategi ini dilakukan, maka selanjutnya dapat menekan profitabilitas di tengah kenaikan biaya input perseroan.

UNVR diprediksi akan dapat memanfaatkan potensi jaringan distribusi segmen bisnis ritel rumahan (mom-and-pop) yang menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan ritel dalam negeri. Hal ini untuk mempercepat pertumbuhan pangsa pasar makanan yang dapat dibidik UNVR.

Lebih lanjut, analis menilai pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia mulai meningkat seiring dengan meredanya pandemi Covid-19. Pasalnya, banyaknya masyarakat yang berbelanja dalam jumlah besar di segmen barang konsumen menjadi daya tarik tersendiri bagi bisnis ritel.

Mengutip keterangan resmi perseroan, pada 2022 UNVR tercatat mencetak penjualan bersih Rp10,8 triliun dan laba bersih Rp2 triliun yang meningkat 19 persen year-on-year (yoy).

UNVR menyebutkan pihaknya sedang memperkuat fundamental bisnisnya, didukung pulihnya perekonomian Indonesia dan mobilitas masyarakat yang mulai normal turut mendorong peningkatan daya beli konsumen.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti menjelaskan, perseroan menjalankan sejumlah strategi seperti penguatan tiga pilar, yaitu memperkuat fondasi distributive trade, membangun kekuatan di channel modern trade dan e-commerce, serta  meningkatkan investasi di kategori dan brand-brand kunci.

“Menguatnya fundamental-fundamental tersebut menjadi kunci pertumbuhan Unilever Indonesia. Di kuartal ini, distributive trade perseroan mencatatkan pertumbuhan double digit, sementara channel e-commerce menggandakan kinerja pertumbuhan sebesar 100 persen,” ujar Ira dalam keterangan resmi, (29/4/2022).

Empat divisi yang turut mendorong pertumbuhan UNVR antaralain divisi food, beverage, personal care, dan unilever foods solution (UFS). Brand Royco, Bango dan Buavita menjadi penopang utama pertumbuhan divisi food and beverage.

Adapun kinerja divisi personal care didorong oleh kinerja yang kuat dari kategori oral care dan deodorant. UFS juga bertumbuh sebesar 25 persen yang membuatnya mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan periode prapandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever Kinerja Emiten unvr unilever indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top