Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Austindo Nusantara ANJT Meroket, Intip Pendorongnya

Laba bersih Austindo Nusantara alias ANJT naik ratusan persen secara tahunan pada kuartal I/2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 01 Mei 2022  |  18:22 WIB
Aktivitas di perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT). Istimewa
Aktivitas di perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT), mengumumkan kinerja operasi dan keuangan untuk kuartal I/2022.

Pada kuartal I/2022, ANJT mencatatkan pendapatan sebesar US$75,5 juta atau sekitar Rp1,09 triliun (kurs Jisdor Rp14.480 per dolar AS 28 April 2022). Nilai pendapatan ini naik 28,8 persen kuartal I/2021 sebesar US$58,65 juta.

“Kenaikan penjualan terutama disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata CPO dan PK [palm kernel],” kata manajemen dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (1/5/2022).

Penjualan CPO dan PK berkontribusi sebesar 99,0 persen terhadap total pendapatan ANJT atau setara US$74,8 juta. Nilai ini meningkat dibandingkan dengan US$58,2 juta atau 99,2 persen dari jumlah pendapatan perseroan pada kuartal I/2021.

Sementara itu, segmen sagu berkontribusi sebesar US$378.800 dari total pendapatan atau sekitar Rp5,48 miliar, meningkat dari nilai pada kuartal I/2021 sebesar US$212.300. Kenaikan didorong oleh naiknya volume penjualan.

“Segmen energi terbarukan kami berkontribusi sebesar US$150.600, sedikit sedikit lebih rendah dibandingkan dengan US$151.200 pada kuartal I/2021. Hal ini disebabkan oleh lebih rendahnya produksi listrik pada pembangkit listrik biogas kami jika dibandingkan dengan kuartal I/2021,” papar manajemen.

Sementara itu, pendapatan penjualan edamame ANJT meningkat menjadi US$203.200, 174,9 persen lebih tinggi daripada US$73.900 pada kuartal I/2021. Kenaikan ini didorong oleh lebih tingginya volume dan harga penjualan edamame segar dan beku. ANJT memulai operasi komersial edamame beku pada kuartal III/2021.

Perseroan mencatat beban usaha (bersih setelah pendapatan usaha) sebesar US$2,9 juta, turun sebesar 69,4 persen dari US$9,4 juta pada kuartal I/2021. Penurunan terutama disebabkan oleh turunnya beban penjualan sebagai dampak dari tidak adanya pungutan pajak ekspor di kuartal I/2022. Selama periode ini, ANJT memutuskan untuk menjual semua produk CPO ke pasar domestik.

Perseroan mencatat laba bersih sebesar US$11,2 juta atau sekitar Rp163,62 miliar, naik sebesar 261,9 persen dibandingkan dengan laba bersih sebesar US$3,1 juta pada kuartal I/2021.

Laba bersih yang naik signifikan didorong oleh harga jual rata-rata. Faktor ini juga menyebabkan EBITDA mengalami kenaikan dari US$12,9 juta pada kuartal I/2021 menjadi US$23,7 juta pada kuartal I/2022 dan kenaikan margin EBITDA dari 21,9 persen menjadi 31,14 persen.

Per 31 Maret 2022, jumlah aset naik sebesar 1,6 persen menjadi US$663,2 juta, terutama disebabkan oleh peningkatan saldo kas dan setara kas, saldo aset biologis dan peningkatan persediaan.

Jumlah liabilitas turun sebesar 0,1 persen dari US$219,4 juta menjadi US$219,2 juta, disebabkan oleh penurunan pinjaman bank jangka panjang karena pembayaran pinjaman lebih awal dari yang dijadwalkan selama Kuartal I/2022. Perseroan juga masih mampu menjaga rasio utang terhadap ekuitas dan utang terhadap aset di tingkat yang sehat pada 31 Maret 2022 masing-masing sebesar 0,49 dan 0,33.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit perkebunan minyak sawit Kinerja Emiten harga cpo
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top