Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Indonesia (SMGR) Desak Kepastian Jatah DMO Batu Bara

Semen Indonesia (SMGR) mengeluhkan pasokan baru bara untuk perusahaannya pada tahun ini belum terpenuhi. Oleh karena itu, pihaknya mendesak adanya kewajiban alokasi batu bara.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 12 April 2022  |  19:05 WIB
Semen Indonesia (SMGR) Desak Kepastian Jatah DMO Batu Bara
Donny Arsal ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara pada hari ini, Selasa (12/04/2022) sempat menembus level US$303 per ton. Tingginya harga batu bara ini merupakan kesempatan emas bagi industri batu bara untuk meningkatkan produksi dan menambah volume ekspor.

Kendati harga batu bara berfluktuasi, pemerintah mewajibkan pelaku industri batu bara untuk menyediakan DMO batu bara sebesar 30 persen guna memastikan ketersediaan energi primer bagi sektor kelistrikan dan industri.

Walaupun demikian, PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) mengeluhkan pasokan baru bara untuk perusahaannya pada tahun ini belum terpenuhi.

Direktur Utama Semen Indonesia Donny Arsal mengungkapkan, saat ini masih ada kebutuhan baru bara yang belum diperoleh Semen Indonesia Group (SIG) meskipun kebijakan volume dan harga patokan US$90 per ton dalam kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) telah ditetapkan.

“Dari total kebutuhan baru bara dalam negeri tahun ini yang mencapai 160 juta ton, sebanyak 127 juta ton merupakan kebutuhan PLN. Untuk itu, sisanya pun menjadi rebutan oleh industri-industri lainnya, sehingga banyak perusahaan, termasuk semen Indonesia yang tidak kebagian pasokan,” papar Donny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Selasa (12/04/2022).

Oleh karena itu, pihaknya mendesak adanya ada kepastian alokasi dari perusahaan tambang bagi industri semen.

“Sampai saat ini tidak ada kepastian alokasi. Saya menyarankan adanya kepastian alokasi dari penambang [batu bara] kepada kami. Karena tidak ada kewajiban [alokasi batu bara bagi industri semen] meski ada kuota DMO, pasokan jadi tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Donny menyebutkan kebutuhan baru bara Semen Indonesia mencapai 7,5 juta ton.

"Total kebutuhan kita secara group Semen Indonesia itu 7,5 juta ton dengan GAR 4.200," jelas Donny.

Pada kesempatan yang sama, Eddy Soeparno, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menyatakan, merujuk pada paparan Semen Indonesia, masih ada kekurangan pasokan baru bara sebesar 1,94 juta ton untuk tahun ini. Dengan demikian itu, Komisi VII siap mendukung adanya kepastian pasokan baru bara untuk Semen Indonesia Group (SIG).

"Komisi VII DPR RI mendukung kepastian volume dan harga pasokan baru bara untuk Semen Indonesia Group (SIG) sesuai Kepmen ESDM," pungkas Eddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia batu bara Emiten Semen dmo
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top