Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Emas Melejit US$14,7, Zelensky Ingin Ukraina Jadi Big Israel

Krisis Ukraina mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan tempat yang aman. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 April 2022  |  06:58 WIB
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (7/4/2022) waktu New York, karena kekhawatiran atas kenaikan biaya-biaya dan krisis Ukraina mendukung daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi dan tempat yang aman. 

Mengutip Antara, Jumat (8/4/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$14,7 atau 0,76 persen, menjadi ditutup pada US$1.937,80 per ounce.

Emas berjangka melemah US$4,4 atau 0,23 persen menjadi US$1.923,10 pada Rabu (6/4/2022), setelah merosot US$6,5 atau 0,34 persen menjadi US$1.927,50 pada Selasa (5/4/2022).

"Begitu inflasi mulai memanas lagi, yang saya pikir akan terjadi, itu akan menguntungkan (emas), bahkan ketika menghadapi kebijakan moneter Fed yang agresif," kata Jim Wycoff, analis senior di Kitco Metals. 

Risalah pertemuan Fed Maret menunjukkan kekhawatiran yang mendalam di antara para pembuat kebijakan bahwa inflasi telah meluas melalui ekonomi, dengan banyak peserta bersiap untuk menaikkan suku bunga dalam kenaikan 50 basis poin yang besar dan kuat dalam beberapa pertemuan berikutnya.

Naiknya suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara itu juga meningkatkan dolar.

Indeks dolar tergelincir dari level tertinggi hampir dua tahun yang disentuh di awal sesi, sementara imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun juga mendekati level puncak multi-tahun pada Rabu (6/4/2022).

Ukraina telah meningkatkan seruan untuk sanksi keuangan yang cukup melumpuhkan demi memaksa Moskow mengakhiri perang, sementara anggota NATO telah setuju memperkuat dukungan ke Kyiv.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (7/4/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ingin menjadikan negaranya "big Israel" dengan wajahnya sendiri setelah invasi Rusia berakhir. Dia menekankan keamanan kemungkinan akan menjadi masalah utama di Ukraina setelah perang berakhir.

Investor lebih lanjut mencerna risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis pada Rabu (6/4/2022). Risalah menunjukkan bahwa banyak pejabat Federal Reserve percaya kenaikan suku bunga 50 basis poin diperlukan, dan pengurangan neraca US$95 miliar per bulan dapat segera diberlakukan.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (7/4/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS dalam pekan yang berakhir 2 April turun menjadi 166.000, dibandingkan dengan 171.000 yang direvisi pada minggu sebelumnya. Total mingguan adalah yang terendah sejak November 1968, ketika angkatan kerja kurang dari setengah dari ukuran saat ini, agak membatasi pertumbuhan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 27,7 sen atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada US$24,735 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$4,9 atau 0,51 persen, menjadi ditutup pada US$958 per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top