Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2021: Penjualan Pengelola CFC (PTSP) Naik 13,55 Persen, Rugi Ditekan

Pendapatan bersih PTSP sepanjang 2021 mencapai Rp423,06 miliar atau 13,55 persen lebih tinggi daripada pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp372,58 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 April 2022  |  11:14 WIB
Outlet CFC Indonesia yang dikelola oleh PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP). - cfcindonesia.com
Outlet CFC Indonesia yang dikelola oleh PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP). - cfcindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola jaringan restoran CFC, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) membukukan kenaikan pendapatan bersih sepanjang 2021.

Berdasarkan laporan keuangan 2021 yang dipublikasi perusahaan pada Selasa (5/4/2022), pendapatan bersih PTSP sepanjang 2021 mencapai Rp423,06 miliar atau 13,55 persen lebih tinggi daripada pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp372,58 miliar.

Kenaikan pendapatan terjadi di hampir semua lini bisnis PTSP. Penjualan California Fried Chicken (CFC) meningkat dari Rp351,32 miliar menjadi Rp393,23 miliar, Sapo Oriental naik meningkat menjadi Rp12,42 miliar, dan Sugakiya yang naik menjadi Rp8,88 miliar dari sebelumnya Rp5,30 miliar.

Adapun pendapatan dari royalti dan franchise fee turun dari Rp2,28 miliar menjadi Rp1,52 miliar.

Seiring dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan PTSP juga tercatat naik 14,56 persen, dari Rp149,36 miliar menjadi Rp171,10 miliar. Adapun laba kotor PTSP naik 12,87 persen dari Rp223,22 miliar menjadi Rp251,96 miliar.

PTSP tercatat berhasil menekan sejumlah pos pengeluaran, seperti beban penjualan yang turun dari Rp219,29 miliar menjadi Rp205,47 miliar dan beban lainnya yang turun menjadi Rp681,33 juta dari sebelumnya Rp1,64 miliar.

Berkurangnya sejumlah beban mengantarkan rugi usaha PTSP yang lebih rendah 86,60 persen menjadi Rp5,50 miliar dari sebelumnya rugi Rp41,11 miliar.

Adapun rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk berjumlah Rp17,60 miliar, lebih rendah daripada tahun sebelumnya sebesar Rp46,33 miliar.

Adapun jumlah liabilitas perseroan turun dari Rp234,97 miliar pada 2020, menjadi Rp195,31 miliar pada 2021. Jumlah ekuitas PTSP juga turun menjadi Rp127,87 miliar per 31 Desember 2021, dari Rp145,50 miliar pada 31 Desember 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten pioneerindo gourmet international ptsp
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top