Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bukalapak Buka Lock Up Saham Investor Strategis 28 Maret, Buy or Bye?

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) akan membuka lock up saham para investor strategis pada 28 Maret 2022.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  17:07 WIB
Bukalapak Buka Lock Up Saham Investor Strategis 28 Maret, Buy or Bye?
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) akan membuka lock up saham para investor strategis pada 28 Maret 2022.

Frizon Akbar Putra, President dari Nilzon Capital dan John Octavianus, Principal Advisor Nilzon Capital menyatakan dengan asumsi tidak ada yang menjual sahamnya hingga saat ini, terdapat kemungkinan para investor strategis tengah mengalami kerugian.

“Kami menemukan bahwa sebagian besar investor pra-IPO kemungkinan sedang menghadapi floating loss mulai dari minus 34 persen hingga minus 53 persen pada Rp272 per saham harga penutupan BUKA per 17 Maret 2022, tergantung pada syarat dan ketentuan masingmasing investor selama putaran pendanaan,” katanya dalam riset, dikutip Kamis (24/3/2022).

Mereka menilai rata-rata harga beli saham para investor strategis berkisar Rp410 per saham hingga Rp584 per saham. Selain itu, BUKA menyatakan bahwa perseroan terikat kontrak dengan salah satu investor-pemasoknya untuk memenuhi sasaran belanja dari jasa cloud tertentu dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

Hal itu, sebagai ganti dari dana investasi di saham BUKA dengan target nilai belanja adalah dua kali lipat dari jumlah yang diinvestasikan oleh investor ini. Emiten teknologi itu juga memiliki kewajiban untuk membeli kembali atau menerbitkan saham tambahan kepada investor-pemasok ini jika gagal memenuhi target belanja hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Dengan demikian, risiko dilusi dan kerugian finansial yang timbul dari perjanjian ini masih tetap ada sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan BUKA kuartal III/2021. Dalam laporan keuangan itu, manajemen percaya bahwa mereka akan memenuhi target belanja selama periode waktu yang relevan.

“Kami perkirakan penjualan BUKA pada 2022 sebesar Rp 3,08 triliun dengan kelipatan price/sales [P/S] saat ini dari masing-masing tolok ukur penilaian untuk memberikan ruang bagi penilaian yang menguntungkan dan meminimalkan risiko menjadi terlalu pesimis,” tulis mereka.

Dengan menggunakan kelipatan P/S Sea Limited sebesar 6,83x dan estimasi pasar untuk penjualan FY 2022 sebesar Rp3,08 triliun, kisaran indikatif teratas untuk kapitalisasi pasar BUKA adalah sekitar Rp21,04 triliun, atau Rp204/saham.

Sementara untuk rentang bawah, dengan menggunakan rata-rata tertimbang pasar P/S kelipatan 2,85x dan estimasi pasar untuk penjualan TA 2022 sebesar Rp 3,08 triliun. Kisaran indikatif bawah untuk kapitalisasi pasar BUKA adalah sekitar Rp 8,77 triliun, atau Rp 85/saham.

Di sisi lain, Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta mengatakan besar kemungkinan saham BUKA akan mengalami rebound karena telah jauh dari harga IPO. Selain itu, IPO GoTo akan menjadi sentimen positif untuk saham perseroan.

“Pergerakan BUKA saat ini sudah mencerminkan fundamentalnya, dimana memang ketika BUKA IPO dulu, harganya cukup premium dengan keadaan kinerja laporan keuangan yang sedang negatif. Saat ini market sudah mulai merespons kinerja tersebut dan berbagai sentimen lainnya yang membayangi sektor teknologi,” pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham teknologi ipo Kinerja Emiten bukalapak
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top