Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sinar Mas Agro (SMAR) Siapkan Capex Rp1,5 Triliun Tahun Ini, Cek Ekspansinya

Sinar Mas Agro (SMAR) juga menargetkan produksi kebun bisa tumbuh sampai 5 persen dengan asumsi cuaca yang mendukung.
Produk minyak goreng dengan merek dagang filma. Minyak goreng merupakan salah satu produk dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk./smart-tbk.com
Produk minyak goreng dengan merek dagang filma. Minyak goreng merupakan salah satu produk dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk./smart-tbk.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan sawit PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun pada 2022. Perusahaan akan mengalokasikan belanja modal di antaranya untuk peremajaan kebun dan melanjutkan ekspansi bisnis biodiesel.

Berdasarkan paparan publik tahunan perusahaan yang dikutip Minggu (20/3/2022), manajemen menyatakan akan terus mengembangkan kapabilitas dalam memenuhi permintaan produk yang lebih sehat dan diproduksi secara berkelanjutan.

“Alokasi belanja modal 2022 direncanakan sekitar Rp1,5 triliun, terutama untuk program peremajaan kembali kebun, penyelesaian ekspansi kapasitas pabrik biodiesel, dan peningkatan kemampuan pabrik rafinasi dalam menghasilkan produk bernilai tambah,” tulis manajemen SMAR.

Sinar Mas Agro juga menargetkan produksi kebun bisa tumbuh sampai 5 persen dengan asumsi cuaca yang mendukung. Sepanjang 2021, produksi CPO dan palm kernel SMAR turun 5 persen secara tahunan dari 738.775 ton menjadi 699.830 ton.

Secara fundamental, industri sawit pada 2022 diperkirakan masih menghadapi sisi pasokan dan permintaan yang tetap ketat.

“Prospek industri secara jangka panjang tetap kuat, didukung oleh keunggulan kompetitif minyak sawit dalam memenuhi permintaan yang terus tumbuh seiring peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita.”

SMAR membukukan pendapatan Rp57 triliun pada 2021, naik 41 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp40,43 triliun. Kenaikan ditopang oleh penguatan harga CPO global.

Kenaikan pendapatan SMAR juga diikuti dengan kenaikan beban penjualan lebih dari dua kali lipat, dari Rp2,36 triliun pada 2020 menjadi Rp5,85 triliun sepanjang 2021. Kenaikan signifikan pada bea keluar dan pungutan menjadi pemberat utama dengan kenaikan sekitar 474 persen dari Rp731,76 miliar pada 2020 menjadi Rp4,20 triliun pada 2021.

SMAR membukukan laba kotor Rp10,96 triliun pada 2021, naik 86 persen yoy dari sebelumnya Rp5,87 triliun. EBITDA juga naik menjadi Rp6,12 triliun dari 4,09 triliun pada 2020. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,83 triliun pada 2021, atau naik 84 persen yoy dari Rp1,54 triliun pada 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper