Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Emas Terpukul, Sinyal Perang Rusia-Ukraina Mereda

Harga emas terpukul setelah permintaan untuk logam safe-haven terpukul oleh harapan kemajuan dalam pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina serta dampak dari kenaikan suku bunga AS.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 19 Maret 2022  |  08:06 WIB
Harga Emas Terpukul, Sinyal Perang Rusia-Ukraina Mereda
Pegawai menunjunkan emas batangan di Galeri 24, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas terpukul setelah permintaan untuk logam safe-haven terpukul oleh harapan kemajuan dalam pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina serta dampak dari kenaikan suku bunga AS.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, jatuh 13,9 dolar AS atau 0,72 persen menjadi ditutup pada 1.929,30 dolar AS per ounce. Kontrak berjangka harga emas kehilangan 2,8 persen, penurunan mingguan terbesar sejak November tahun lalu.

Dalam rapat Federal Reserve (Fed) pada Rabu (16/3/2022), mereka menaikkan suku bunga acuan seperempat poin persentase menjadi antara 0,25 persen dan 0,5 persen serta menyusun rencana untuk kenaikan berkelanjutan dalam kebijakan suku bunganya.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.

"Kami telah melihat momentum yang didorong oleh invasi dan kemarahan spekulatif untuk emas secara besar-besaran mendingin selama 10 hari terakhir," kata Kepala Strategi Pasar Capital.com, David Jones dikutip dari Antara Sabtu (19/3/2022).

Harga emas turun 2,8 persen minggu ini karena optimisme atas pembicaraan damai mengangkat sentimen di pasar keuangan yang lebih luas, mengurangi permintaan untuk aset safe-haven.

"Jika ada gencatan senjata atau semacam kesepakatan, emas bisa turun cukup cepat," kata Analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Namun Analis Standard Chartered, Suki Cooper mengatakan dalam sebuah catatan bahwa bank sentral AS yang hawkish tidak menggagalkan sentimen positif terhadap emas dan bahwa risiko geopolitik saat ini telah meningkatkan kekhawatiran inflasi, menyalakan kembali minat jangka panjang pada emas.

"Sementara pasar fisik berada di bawah tekanan, pertumbuhan minat investor telah lebih dari mengimbangi kelemahan ini untuk saat ini, menunjukkan bahwa pergerakan harga yang bergejolak akan tetap ada," tambah Cooper.

Para analis pasar memperkirakan dalam jangka pendek perkembangan konflik Rusia-Ukraina dan keputusan Federal Reserve selanjutnya akan menjadi penggerak pasar utama untuk harga emas.

Untuk harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 52,9 sen atau 2,07 persen, menjadi ditutup pada 25,087 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 4,6 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 1.035,90 dolar per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini Suku Bunga Kebijakan The Fed Perang Rusia Ukraina
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top