Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penawaran Ditutup Hari Ini, SR016 Terjual Rp18,44 Triliun

Kupon atau imbal hasil yang ditawarkan pada SR016 sebesar 4,95 persen per tahun. Kupon ini lebih rendah dibanding seri sebelumnya SR015 sebesar 5,1 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  11:23 WIB
Penawaran Ditutup Hari Ini, SR016 Terjual Rp18,44 Triliun
Sukuk ritel - Instagram @djpprkemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemesanan sukuk ritel (SR) seri SR016 telah mencapai Rp18 triliun  pada hari penutupan masa penawaran.

Berdasarkan data yang dilansir dari salah satu mitra distribusi daring pada Kamis (17/3/2022) sekitar pukul 11.00 WIB, total penjualan SR016 telah menyentuh Rp18,44 triliun. Adapun kuota pemesanan tercantum Rp2,55 triliun dari target Rp21 triliun.

Adapun, masa penawaran SR016 telah dibuka sejak 25 Februari 2022 dan akan rampung pada hari ini. Kupon atau imbal hasil yang ditawarkan pada SR016 sebesar 4,95 persen per tahun. Kupon ini lebih rendah dibanding seri sebelumnya SR015 sebesar 5,1 persen.

Jenis kupon SR016 adalah tetap (fixed rate) dan memiliki tenor 3 tahun. SR016 dapat diperdagangkan kembali (tradeable) di pasar sekunder sebelum jatuh tempo 3 tahun.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menilai, minat investor terhadap SBN ritel masih amat tinggi. Kebijakan penambahan kuota pemesanan menjadi salah satu indikator utama SBN ritel masih dicari oleh investor ritel.

“Dari target awal Rp10 triliun, kemudian naik lagi dan sekarang sudah ada penjualan lebih dari Rp15 triliun menurut saya menjadi indikasi demand sukuk ritel masih bagus,” jelasnya.

Handy memaparkan, salah satu sentimen yang menopang minat investor ritel adalah potensi return yang akan didapatkan.  Kupon sebesar 4,95 persen yang ditawarkan pada SR016 lebih besar bila dibandingkan dengan SBN ritel yang pertama kali ditawarkan pemerintah pada 2022, yaitu ORI021.

Lebih lanjut, kondisi pasar SBN ritel turut didukung oleh optimalnya kondisi likuiditas serta tren suku bunga rendah yang masih berlanjut selama masa penawaran. Risiko dari SR016 juga cenderung minim karena diterbitkan oleh pemerintah dan dijamin oleh undang-undang.

“Kondisi ketidakpastian yang tinggi karena faktor global, juga ikut mendorong permintaan instrumen yang relatif aman. Selain itu, investor juga akan mendapatkan cashflow bulanan dari imbal hasil kuponnya,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk sukuk ritel SR016
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top