Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Autopedia Sukses (ASCL) Berencana Ekspansi 8 Cabang Baru

Emiten pelelangan mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) menargetkan penambahan 8 cabang baru.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  19:32 WIB
Seremoni virtual pencatatan saham perdana PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) pada Selasa, 25 Januari 2022. - Istimewa
Seremoni virtual pencatatan saham perdana PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) pada Selasa, 25 Januari 2022. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pelelangan mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) menargetkan penambahan 8 cabang baru.

Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Candra menargetkan akan membuka 8 cabang baru untuk Caroline. Melalui upaya ini, diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Caroline sebagai online-to-offline (O2O) used car dealer di Indonesia.

“Kami melihat dengan potensi dan peluang pasar yang masih sangat besar, penjualan mobil bekas di Indonesia masih akan tumbuh," urainya dalam keterangan pers, Rabu (16/3/2022).

Sejalan dengan data penjualan mobil hingga Februari yang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, emiten berkode ASLC ini optimistis prospek JBA dan Caroline masih tinggi.

Melihat dari potensi tersebut, ASLC menargetkan dapat menjual lebih dari 100.000 unit mobil melalui lelang JBA dan 2.000 unit melalui Caroline.

Optimisme perseroan juga didukung oleh data penjualan mobil yang dikeluarkan oleh Gaikindo. Tren penjualan mobil pada periode Januari-Februari 2022 mengalami peningkatan mencapai 62 persen, dengan target penjualan mobil hingga akhir tahun 2022 mencapai 900.000 unit.

Target tersebut telah melebihi dari realisasi penjualan mobil nasional pada tahun 2021 yang mencapai 887.200 unit.

"Dengan potensi penjualan mobil bekas yang bisa mencapai 3 kali lipat dari penjualan mobil baru, data tersebut menjadi sinyal positif kebangkitan industri otomotif nasional setelah mengalami stagnansi karena Covid-19 selama dua tahun terakhir," kata Jany.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bisnis mobil bekas secara global memiliki margin yang sehat. Namun saat ini bisnis tersebut belum terintegrasi dengan baik karena masih didominasi oleh brick and mortar business.

 “Kami juga akan terus mengembangkan kemampuan teknologi yang dimiliki, sehingga dapat memberikan pengalaman jual beli kendaraan bekas yang melebihi ekspektasi para pelanggan kami,” urainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil emiten gaikindo Aksi Korporasi online to offline atau o2o
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top