Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Batu Bara Terus Menguat, Banjir Dividen Menanti dari Emiten Tambang?

Harga batu bara diperkirakan berada di level US$150/ton pada 2022.
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas batu bara tercatat mengalami kenaikan di tengah konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Kondisi harga yang tinggi tersebut diperkirakan akan bertahan pada tahun ini. 

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan memperkirakan, harga batu bara akan terus menguat pada 2022. Hal itu salah satunya disebabkan oleh langkah Pemerintah China menetapkan harga tertinggi batu bara, pada tingkat yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun 2021.

Selain itu, menurutnya, ketegangan Rusia dan Ukraina dapat memicu krisis energi terutama gas alam di Eropa. Akibatnya, gangguan pasokan gas dapat mendorong pengguna di Eropa untuk beralih ke batu bara.

"Potensi krisis energi dapat mengakibatkan lonjakan harga batu bara Eropa," ujar Hasan dalam risetnya, dikutip Minggu (13/3/2022).

Pihaknya melihat volatilitas harga batu bara masih tinggi karena potensi krisis energi Eropa. Hasan memperkirakan harga batu bara akan berada di level US$150/ton pada 2022.

"Seiring dengan kinerja pendapatan yang luar biasa, kami percaya emiten akan menawarkan hasil dividen yang menarik pada tahun 2021 dan 2022," tuturnya.

Adapun BRI Danareksa Sekuritas menyukai saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dengan rekomendasi buy dengan target harga (TP) Rp28.000 dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan TP Rp3.500 sebagai pilihan jangka pendek, karena perusahaan-perusahaan ini berpotensi menawarkan hasil dividen yang tinggi.

Akan tetapi, dalam jangka panjang, pihaknya lebih memilih PT Harum Energy Tbk. (HRUM) dengan TP Rp12.800 dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dengan TP Rp2.800, karena menurut BRI Danareksa emiten-emiten ini layak mendapatkan penilaian premium dengan upaya serius untuk mendiversifikasi atau mengganti bisnis batu baranya dengan bisnis ramah ESG.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper