Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup di Zona Merah, Asing Catat Net Buy Rp528,15 Miliar

IHSG parkir pada posisi 6.814,18 atau turun 0,8 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 6.929,86.
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (8/3/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.00 WIB IHSG parkir pada posisi 6.814,18 atau turun 0,8 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 6.929,86.

Tercatat, 196 saham menguat, 365 saham melemah dan 121 saham bergerak ditempat. Investor asing mencatatkan aksi net foreign buy Rp528,15 miliar.

Investor asing tercatat membeli saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp537,4 miliar, atau yang terbanyak pada hari ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp352,1 miliar dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp195,8 miliar.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang memperkirakan IHSG akan menghadapi pola perdagangan seperti kemarin, dengan menguatnya saham-saham berbasis komoditas seiring naiknya harga komoditas tersebut. Harga minyak mentah tercatat naik 4,37 persen, batu bara 6,87 persen, dan emas naik 1,38 persen. Harga minyak sawit mentah (CPO) juga naik 6,22 persen, diikuti timah 2,43 persen, dan nikel naik signifikan 67,22 persen.

“Saham-saham berbasis komoditas ini menjadi bumper alias penahan IHSG agar turun tidak tajam dalam perdagangan Selasa ini menyusul cukup tajamnya kejatuhan Indeks DJIA,” katanya dalam riset harian, Selasa (8/3/2021).

Indeks DJIA terpantau terkoreksi 2,37% akibat kekhawatiran berlanjutnya konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah memasuki hari ke-12. Tanda-tanda rekonsiliasi juga belum terlihat.

Sentimen ini juga diikuti dengan ancaman kenaikan inflasi sebagai dampak tajamnya kenaikan harga komoditas serta terganggunya rantai pasok, di tengah turunnya EIDO sebesar 1,25 persen dan naiknya yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat tenor 10 tahun.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan menguat pada kisaran support dan resistance di posisi 6.807–6.904. Sementara itu, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 14.330–14.470.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper