Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Saham Japfa (JPFA) saat Kinerja di Atas Ekspektasi

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy pada saham JPFA.
Dubes Ibnu Hadi membuka pabrik keenam JAPFA Comfeed Vietnam./KBRI Hanoi
Dubes Ibnu Hadi membuka pabrik keenam JAPFA Comfeed Vietnam./KBRI Hanoi

Bisnis.com, JAKARTA — Membaiknya harga produk hasil peternakan unggas dan permintaan yang pulih bertahap mengantarkan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) pada perbaikan kinerja. Hal ini setidaknya tecermin dari kondisi keuangan Japfa pada kuartal IV/2021 dan sepanjang tahun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni mengatakan Japfa membukukan laba bersih sebesar Rp515 miliar pada kuartal IV/2021, berbalik pada kinerja positif setelah mengalami rugi pada kuartal III/2021.

“Hal ini membawa laba bersih sepanjang 2021 di angka Rp2,02 triliun, di atas estimasi kami dan konsensus analis. Kenaikan harga rata-rata penjualan broiler dan DOC serta pulihnya margin pada segmen pakan menjadi faktor pendorong solidnya pendapatan,” kata Emma melalui risetnya yang dikutip Minggu (6/3/2022).

Penjualan segmen pakan tercatat tumbuh 20,9 persen secara tahunan dan 6,0 persen secara kuartal pada kuartal IV/2021. Margin operasional JPFA naik tipis dari 4,6 persen pada kuartal III/2021 menjadi 5,1 persen pada kuartal IV/2021.

Tren positif ini diperkirakan berlanjut pada kuartal I/2022 karena didukung oleh masa panen jagung di Indonesia yang mencapai puncaknya pada periode Ferbruari-April. Namun, ekspansi margin tetap terbatas karena pasokan jagung domestik dan harga bungkil kedelai impor diprediksi tetap tinggi tahun ini.

Adapun penjualan segmen komersial tercatat tumbuh signifikan, masing-masing 13,9 persen y-on-y dan 20,5 persen q-to-q, margin operasional dari segmen ini naik signifikan dari -20,1 persen pada kuartal III/2021 menjadi 2,6 persen pada kuartal IV/2021. Kenaikan harga jual menjadi penyokong perbaikan kinerja.

Dengan kinerja sepanjang 2021 yang melampaui ekspektasi, laba Japfa diperkirakan tumbuh moderat sampai 10 persen pada 2022. Emma memperkirakan kinerja segmen peternakan komersial akan melanjutkan kinerja positif dengan pertumbuhan moderat.

“Segmen pakan tetap akan menghadapi tekanan. Dengan meningkatnya tensi geopolitik global, harga bahan baku diperkirakan belum akan turun,” tambahnya.

Mirae Asset mempartahankan rekomendasi beli pada saham JPFA dengan harga target harga Rp2.000 per saham.

Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan tekanan pada margin operasional segmen pakan bakal berlanjut pada 2022. Meski margin pada kuartal IV/2021 sebesar 5,1 persen lebih baik daripada Kuartal III/2021 di angka 4,6 persen, tetapi tetap lebih rendah daripada rata-rata 10 sampai 12 persen pada situasi normal.

Harga bibit anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) dia sebut akan melanjutkan kontribusi positif bagi perusahaan, selama program pengendalian populasi ayam dijalankan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Melihat kondisi ini, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy pada saham JPFA.

“Kami mempertahankan rating buy dengan target harga Rp1.900 per saham. Target harga kami turunkan dari sebelumnya Rp2.200 seiring dengan penyesuaian proyeksi EBITDA 2022,” katanya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper