Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Raup Pendapatan Rp11,2 Triliun di 2021

Pendapatan Solusi Bangun Indonesia (SMCB) juga naik 10,98 persen dari Rp10,1 triliun pada 2020, menjadi Rp11,2 triliun pada 2021.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 01 Maret 2022  |  15:05 WIB
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) mencatatkan peningkatan pendapatan sepanjang 2021. Perseroan membukukan pendapatan senilai Rp11,2 triliun di 2021.

Pendapatan perseroan ini naik 10,98 persen dari Rp10,1 triliun pada 2020. Pendapatan perseroan didorong oleh penjualan semen yang naik 10,81 persen menjadi Rp10,2 triliun di 2021, dari Rp9,24 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Selain penjualan semen, penjualan produk beton jadi SMCB juga meningkat 24,69 persen dari Rp659,7 miliar, menjadi Rp10,24 miliar di 2021.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan meningkat menjadi 17,41 persen dari Rp7,12 triliun, menjadi Rp8,26 triliun di 2021. Meningkatnya beban pokok pendapatan ini membuat laba kotor perseroan turun 4,36 persen menjadi Rp2,85 triliun, dari Rp2,98 triliun yoy.

Meski demikian, laba tahun berjalan perseroan tercatat meningkat 10,74 persen menjadi Rp720,9 miliar, dari Rp650,9 miliar.

Adapun hingga akhir Desember 2021, jumlah aset perseroan tercatat meningkat menjadi Rp21,49 triliun, naik dari Rp20,73 triliun dari Desember 2020. Jumlah aset tidak lancar perseroan sebesar Rp5,23 triliun dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp16,25 triliun.

Sementara itu jumlah liabilitas SMCB tercatat turun menjadi Rp10,3 triliun di akhir 2021, dari Rp13,17 triliun di akhir 2020. Jumlah ekuitas perseroan naik dari Rp7,56 triliun di akhir 2020, menjadi Rp11,18 triliun di akhir 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten smcb Emiten Semen solusi bangun indonesia
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top