Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Rusia vs Ukraina, Bahana TCW Yakin IHSG Mampu Capai Level 7.300

Meski dibayangi konflik Rusia vs Ukraina, Bahana TWC masih optimistis IHSG akan terus menguat hingga mencapai level 7.300 hingga akhir 2022.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  16:56 WIB
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bahana TWC Investment Management (Bahana TWC) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus menguat hingga mencapai level 7.300 hingga akhir 2022.

Hal itu seiring dengan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan yang terus meningkat. Kepala Ekonom Bahana TCW Budi Hikmat dalam keterangan resminya menyatakan bahwa di tengah situasi global yang dipenuhi sentimen negatif, pasar keuangan dalam negeri justru diliputi dengan sentimen positif.

Pasalnya, IHSG terus menyentuh level tertingginya. Begitu juga dengan rupiah yang mampu bertahan di tengah tekanan global.

Budi memaparkan, membaiknnya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia di awal tahun ini terlihat dari selama periode 50 hari pertama 2022, IHSG sudah mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,88 persen.

Menuruntya ini merupakan awalan yang baik bagi pergerakan indeks sehingga ada kemungkinan terus menguat. Sebab ditopang oleh capaian positif di dalam negeri yang masih akan terus bermunculan.

“Capaian positif ini yang akan mendorong kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan nasional. Kami memproyeksikan IHSG di akhir 2022 terus naik hingga mencapai level 7.300,” kata Budi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (24/2/2022).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG mencatatkan level tertingginya sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (24/2/2022) dengan menyentuh level 6.920,06. Di mana disaat yang sama mencatatkan kenaikan kinerja 5,14 persen sepanjang tahun. 

Terkait target akhir tahun tersebut, Budi mengungkapkan, setidaknya terdapat dua hal utama yang mendorong penguatan kinerja IHSG. Hal yang pertama yaitu secara fundamental yaitu perbaikan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang terus berlanjut.

Dia menjelaskan, perbaikan fundamental tersebut merupakan hasil stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), berbagai insentif pajak, serta kebijakan akomodatif oleh Bank Indonesia  yang telah berjalan sejak awal pandemi.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) menyampaikan neraca transaksi berjalan mencetak surplus pertama setelah mencatatkan defisit beruntun selama sembilan tahun terakhir pada 2021 lalu sebesar US$3,3 miliar atau setara Rp47 triliun.

Kemudian, kenaikan harga komoditas sejak 2021 lalu menurut Budi akan mendorong kinerja emiten. Dia memperkirakan, secara rata-rata di tahun ini akan ada peningkatan pendapatan sebesar 17,19 persen yang akan mendorong IHSG ke level 7.300 atau tumbuh 11 persen dari akhir 2021 lalu.

Dorongan selanjutnya untuk IHSG menurut Budi yaitu kepercayaan investor asing yang mulai terjaga dari kuartal IV/2021 lalu. Kemudian sejak awal 2022, aliran dana masuk  asing ke pasar saham Indonesia mencapai Rp20,3 triliun ytd.

“Hal ini menunjukkan dukungan atau kepercayaan yang solid dari investor asing dan dapat menjadi indikator yang bagus untuk kinerja IHSG ke depan,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan bahwa saat ini pelaku pasar utamanya asing melihat Indonesia mulai memiliki karakter ekonomi  yang jelas. Adapun Indonesia saat ini dilihat sebagai negara manufaktur dengan kebijakan peningkatan nilai tambah sejumlah komoditas alam dan tidak hanya berorientasi menjual bahan mentah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI BUMN rekomendasi saham
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top