Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Sesi I Sempat ke 6.800, Ekonomi Indonesia (PDB) Tumbuh 3,69 Persen di 2021

Pada pukul 11.30 WIB IHSG parkir pada posisi 6.777,64 atau naik 0,69 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 6.806,73.
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Senin (7/2/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB IHSG parkir pada posisi 6.777,64 atau naik 0,69 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 6.806,73.

Tercatat, 311 saham menguat, 195 saham melemah dan 158 saham bergerak ditempat. Investor asing tercatat membukukan aksi net foreign buy Rp896,51 miliar.

Investor asing tercatat membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp647,6 miliar, atau yang terbanyak sejauh ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp53,5 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp31,5 miliar.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2021 sebesar 5,02 secara tahunan atau (year-on-year/yoy) dan 1,06 persen secara kuartalan (quartal-to-quartal/qtq). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi RI secara keseluruhan mencapai 3,69 persen sepanjang 2021. Pertumbuhan tersebut meleset dari target yang dipatok 4 persen. 

Sebelumnya, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan di awal pekan ini. Hal ini seiring dengan kenaikan harga sejumlah komoditas.

"IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya didorong kenaikan harga beberapa komoditas diantaranya minyak, batu bara, CPO, emas, nikel, dan timah. Kenaikan terjadi di tengah kenaikan tajam yield Obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 1,43 persen menjadi 1,916 persen," jelasnya Senin (7/2/2022).

Bahkan yield obligasi AS tenor 2 tahun naik tajam menjadi 1,316 persen, serta semakin naiknya korban baru akibat Covid-19 di Indonesia yang mencapai 36.000 orang perhari dan diperkirakan bisa mencapai 100.000 hingga 150.000 orang perhari dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, kekuatan Rusia sudah mencapai posisi 70 persen dari kekuatan yang diinginkan sebelum menginvasi Ukraina.

Edwin selanjutnya memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.688 - 6.783. Adapun, sejumlah saham yang direkomendasikan diantaranya, MEDC, AGII, MTDL, TOWR, KLBF, BSDE, BBTN, ACES, BBRI, dan IRRA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper