Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berakhir di Zona Merah, Tak Ada January Effect Tahun Ini!

January Effect yang sebelumnya diramal berpengaruh signifkan pada IHSG awal tahun ini, nyatanya tidak terjadi.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  15:23 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (19/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (19/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,22 persen atau 14,36 poin ke 6.6631,15 pada akhir Januari, Senin (31/1/2022).

Selama Januari 2022, IHSG bergerak di zona merah, atau terkoreksi 0,51 persen. Hal ini sekaligus menandakan tak ada fenonema Januari Effect pada tahun ini.

Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih Rp97,42 miliar. Sebanyak 292 saham menguat, 242 saham merah dan 152 saham bergerak stagnan pada akhir perdagangan hari ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak dilego asing senilai Rp118 miliar, disusul saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang dijual Rp57 miliar. Kemudian saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga dilepas asing Rp55,7 miliar.

Di tengah pelemahan IHSG, terdapat 3 saham yang menempati jajaran top gainers teratas yakni PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT), PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) dan saham PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA). Ketiga saham ini masing-masing melesat 34,81 persen, 21,62 persen dan 19 persen.

Sementara itu, tahun baru Imlek akan dirayakan pada besok, 1 Februari 2022. Dengan demikian seluruh perdagangan di pasar modal akan diliburkan untuk sementara. Adapun layanan C-BEST dan S-Invest secara umum juga tidak akan dioperasikan.

Ahli Feng Shui Xiang Yi Hong menjelaskan elemen pembentuk Macan Air pada 2022 adalah kayu dan air. Menurutnya, sektor-sektor bisnis yang bersinggungan dengan kedua elemen ini akan berkembang pesat pada 2022. 

"Dari dua elemen itu, kayu bertemu air, kayunya terapung. Orang yang mengambil kayu itu transportasinya pakai kayu, kalau hal seperti itu terjadi, berarti gambarannya transportasi," kata Xiang Yi kepada Bisnis, belum lama ini. 

Menurutnya, hal-hal yang berkaitan dengan transportasi akan berkembang lebih baik. Dia menyebut akan muncul banyak perusahaan-perusahaan kecil. Xiang Yi juga menilai akan terjadi beberapa aksi korporasi seperti penggabungan usaha atau merger antara sesama perusahaan besar, maupun merger antara perusahaan besar dan kecil.

Dia melanjutkan, segala sesuatu yang berhubungan dengan informasi, digital, dan elektronik, akan berkembang pesat di tahun Macan Air. "Sekarang aja di awal tahun kita dikejutkan metaverse. Dari tahun lalu sebenarnya sudah ada, tapi trennya baru sekarang. Lalu apa yang disebut NFT, semua yang berhubungan digital akan berkembang," tuturnya.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG penggerak ihsg January Effect
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top