Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Ambrol Terus Lebih dari 1 Persen, Ini Penyebabnya

Penurunan IHSG pada awal pekan ini disebabkan sentimen negatif soal rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  14:04 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (19/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (19/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (25/1/2022), jelang pertemuan Federal Reserve. Investor menantikan informasi soal keputusan kenaikan suku bunga.

Pada pukul 13.54 WIB, IHSG turun 1,68 persen menjadi 6.543,47. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.632,95-6.538,07.

Terpantau 444 saham melemah, 110 saham naik, dan 120 saham stagnan. Investor asing cenderung melepas saham BBRI dengan net sell Rp163,2 miliar, BBCA Rp134,7 miliar, dan ARTO Rp101,1 miliar.

Analis OCBC Sekuritas Hendry Andrean dalam publikasi risetnya menyebutkan IHSG kembali melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan sesi hari ini, dengan penurunan yang cukup signifikan atau lebih dari 1 persen.

Pelemahan IHSG kali ini juga sejalan dengan tren pelemahan yang juga terlihat pada bursa regional Asia lainnya pada perdagangan hari ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan 2 hari The Fed yang akan dimulai malam ini hingga besok malam. 

"The Fed juga dikabarkan akan melakukan kenaikan suku bunga acuan cukup agresif demi meredam tren kenaikan inflasi di AS yang cukup tajam," papar Hendry.

Bank sentral AS dikabarkan akan menaikkan suku bunga acuan hingga 4 kali tahun ini. Selain itu, sentiment negatif lain juga datang dari kembali meningkatnya tensi ketegangan politik antara AS dan Rusia.

Hal itu terkait kekhawatiran potensi Rusia melakukan invasi ke Ukraina dimana kehadiran kekuatan militer AS dan Rusia di sekitar perbatasan Ukraina terus meningkat. Sementara perbincangan damai di antara AS dan Rusia masih juga belum mencapai titik temu. 

"Berdasarkan tekanan sentiment negatif yang ada, maka kami perkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan sesi II," imbuh Hendry.

Kemarin, Senin (24/1/2022), IHSG ditutup merosot hingga 1,06 persen atau 71,21 poin ke level 6.655,17. Sepanjang hari indeks bergerak pada rentang 6.645,41 - 6.712,26.

Beriringan dengan itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp2,92 miliar dengan paling banyak melepas saham BBRI senilai Rp33,2 miliar, BBCA sebanyak Rp28,0 miliar, dan SCMA sebesar Rp16,4 miliar.

Padahal IHSG ditutup melesat 1,50 persen atau 99,50 poin menjadi 6.726,37 pada Jumat (21/1/2022) atau level penutupan tertinggi sepanjang masa. Adapun, rekor tertinggi IHSG sebelumnya berada di level 6.723,39 pada 22 November 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bri federal reserve
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top