Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Kenaikan Suku Bunga Minim, Minat Investasi pada Obligasi Korporasi Meningkat

Obligasi korporasi sebagai underlying asset atas reksa dana pendapatan tetap berpotensi mengalami kenaikan komposisi sebagai respons perubahan pasar.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  15:10 WIB
ilustrasi obligasi
ilustrasi obligasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Infovesta Utama berpandangan bahwa dampak kenaikan suku bunga pada tahun ini akan minim ke pasar korporasi. Oleh sebab itu, investasi pada obligasi korporasi berpotensi ramai peminat. 

Infovesta menyampaikan hal tersebut dalam laporan mingguannya, Senin (24/1/2022) yang beriringan dengan pemaparan sentimen pendorongnya. 

“Kami memandang bahwa dampak kenaikan suku bunga di tahun ini akan minim ke pasar korporasi bahkan cenderung lebih stabil dibandingkan Surat Berharga Negara (SBN),” tulis Infovesta dalam laporannya, Senin (24/1/2022). 

Menurutnya, obligasi korporasi sebagai underlying asset atas reksa dana pendapatan tetap berpotensi mengalami kenaikan komposisi sebagai respons perubahan pasar. Selain itu, tekanan tersebut juga diprediksi cukup terjaga pada kurs rupiah di level 14.500-an per dolar AS.

Dalam laporannya, Infovesta menyampaikan seiring dengan percepatan pengetatan likuiditas The Fed dan potensi kenaikan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak 4x di 2022 serta inflasi dalam negeri yang terus merangkak naik, Bank Sentral Indonesia mulai melakukan pengetatan likuiditas. 

Pengetatan likuiditas tersebut dimulai dengan menaikkan tingkat Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan pada akhir kuartal I/2022. 

Dengan demikian, Infovesta memprediksi kemudian juga diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga acuan di Tanah Air sebanyak 2x di 2022. 

Saat ini, suku bunga dalam negeri terpantau terjaga di level 3,5 persen dari Februari 2021, sehingga hal tersebut masih dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai momentum dalam memperoleh pendanaan melalui penerbitan obligasi korporasi dengan cost of fund yang relatif lebih rendah. 

Selain itu dijelaskan bahwa aktivitas ekonomi yang terus mengalami perbaikan mendorong dunia usaha kembali menggencarkan aktivitas operasionalnya. Alhasil, penerbitan obligasi dalam negeri begitu masif. 

Tercatat, penerbitan obligasi korporasi pada 2021 tumbuh cukup signifikan hingga 222,17 persen menjadi Rp205,77 triliun dengan kenaikan tertinggi pada kelompok peringkat paling aman yaitu AAA yang naik 374,69 persen. 

Lalu penurunan tertinggi pada peringkat dengan risiko tinggi BBB yang turun 28,41 persen. 

“Hal tersebut tentunya memberikan banyaknya varian dan pilihan produk di pasar obligasi korporasi dengan tingkat imbal hasil dan risiko yang bervariasi tentunya,” tulis Infovesta. 

Berikutnya, sepanjang 2022, kinerja obligasi korporasi terpantau lebih unggul dibandingkan SBN sebagaimana tercermin melalui Infovesta Corporate Bond Index yang naik sebesar 0,44 persen dan Infovesta Government Bond Index yang turun sebesar 0,10 persen. 

Infovesta menyampaikan, stabilnya pergerakan harga obligasi korporasi didorong oleh pemulihan ekonomi yang mendorong membaiknya neraca keuangan perusahaan setelah mampu beradaptasi dengan pandemi. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga obligasi korporasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top