Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas Melesat, Segmen Kargo Alat Berat IPCC Ikut Melonjak

Dengan adanya catatan positif di sepanjang 2021 tersebut tentunya dapat meningkatkan kinerja operasional secara tahunan dari IPCC.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  08:47 WIB
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Tren harga komoditas yang menguat turut memberi dampak positif terhadap PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) pada kegiatan throughput bongkar muat atau kargo alat berat.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Kamis (20/1/2022), dari data operasional IPCC, hingga akhir tahun 2021 perusahaan telah melayani kargo alat berat sebanyak 10.023 unit untuk alat berat impor dan 5.440 untuk alat berat ekspor.

Layanan kargo impor tersebut naik 180,13 persen dibandingkan posisi tahun 2020, sedangkan untuk alat berat ekspor tercatat turun 13,35 persen.

Perinciannya, untuk segmen alat berat ekspor sebesar 2.851 unit atau naik 56,65 persen dibandingkan posisi pada 2020 sebanyak 1.820 unit. Sementara alat berat impor sebanyak 6.747 unit, naik 145,79 persen dari catatan tahun 2020 sebesar 2.745 unit.

“Berdasarkan informasi dan pemantauan di Terminal IPCC jenis alat berat yang banyak ditangani di Terminal IPCC mayoritas ialah ekskavator. Selain itu, juga terdapat sejumlah alat berat jenis Wheel Loader dan Bulldozer yang biasanya digunakan pada industri pertambangan,” demikian kutipan keterangan resmi tersebut.

Sementara itu, peningkatan akan industri pertambangan juga berimbas pada kebutuhan pada segmen truk atau bus. Sepanjang 2021 di Terminal IPCC ditangani sebanyak 3.278 unit untuk impor truk atau bus, melonjak 293,52 persen dibandingkan 2020.

Sementara, untuk ekspor tercatat sebanyak 2.591 unit, lebih rendah 41,88 persen dibandingkan 2020 sebanyak 4.458 unit. Adapun jenis yang ditangani di Terminal IPCC mayoritas ialah jenis Dump Truck untuk pengangkutan barang-barang minerba.

Tidak hanya pada kegiatan ekspor dan impor saja, pada kegiatan bongkar muat segmen alat berat dan truk/bus di Terminal Domestik juga mencatatkan adanya pertumbuhan. Pada segmen alat berat tercatat ditangani sebanyak 7.085 unit, naik 91,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk segmen truk/bus tercatat sebanyak 28.579 unit atau lebih rendah 46,25 persen.

Dengan adanya catatan positif di sepanjang 2021 tersebut tentunya dapat meningkatkan kinerja operasional secara tahunan (year-on-year/yoy) dari IPCC. Begitupun dengan kinerja keuangan IPCC di tahun 2021 yang dapat lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang sempat mencatatkan adanya penurunan karena imbas pandemi Covid-19. 

“Diharapkan perbaikan kinerja dapat terus berlanjut dan diikuti dengan penurunan kasus Covid-19 sehingga pemulihan dan perbaikan kinerja dapat terus diupayakan secara berkelanjutan,” jelas manajemen IPCC dikutip dari keterangan resminya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Kinerja Emiten IPCC Terminal
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top