Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Terdorong Rencana The Fed, Rupiah Kembali Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 12 poin atau 0,08 persen terhadap dolar AS ke level Rp14.336.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  15:22 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp14.336 per dolar AS pada Selasa (18/1/2022) di tengah penguatan dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 12 poin atau 0,08 persen terhadap dolar AS ke level Rp14.336 pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, indeks spot dolar AS terpantau menguat ke level 95,29. Dolar Amerika Serikat di pasar spot menguat 0,03 poin atau setara dengan 0,04 persen.

Sebelumnya Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.300 sampai Rp14.370 pada perdagangan Selasa.

Menurutnya dari sisi eksternal, dolar bertahan pada pemantulan akhir minggu pada hari Senin karena investor bersiap untuk pertemuan Federal Reserve AS Januari.

"Hal itu meningkatkan taruhan akan memetakan setahun ke depan yang berisi beberapa kenaikan suku bunga, sementara China memangkas biaya pinjaman untuk mendukung ekonomi yang tersendat," paparnya.

Dalam sidang Komite Perbankan Senat AS yang berlangsung selama minggu sebelumnya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS siap untuk memulai kebijakan moneter yang lebih ketat. Pejabat Fed lainnya juga telah mengindikasikan bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Maret 2022.

The Fed akan bertemu untuk menjatuhkan keputusan kebijakan berikutnya pada 25-26 Januari, sementara Bank of England akan menjatuhkan keputusannya pada 3 Februari.

Sementara dari sisi internal, pasar terus memantau perkembangan Program Pengungkapan sukarela (PPS) atau Tax Amnesty Jilid II yang sedang berlangsung mulai 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2022 mendatang.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat harta bersih yang dilaporkan dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS) mencapai Rp2,33 triliun sampai 13 Januari 2022 atau hampir 2 minggu sejak program ini dijalankan.

Nilai tersebut terdiri dari laporan harta bersih dalam negeri dan repatriasi sebesar Rp1,76 triliun, harta yang diinvestasikan dalam Surat Berharga Negara sebesar Rp141 miliar, dan harta di luar negeri sebesar Rp431,82 miliar. Pelapor tercatat telah mencapai 3.747 Wajib Pajak dengan nilai Pajak Penghasilan (PPh Final) yang terkumpul sebesar Rp272,14 miliar. Harta yang dilaporkan sukarela naik Rp350 miliar sehari

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah Rupiah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top