Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun 2022, Analis Lebih Optimis Akan Kinerja Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran diprediksi prospektuf pada 2022 setelah mencapai kinerja terbaik dibandingkan indeks reksa dana lainnya.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  19:48 WIB
ilustrasi investasi reksa dana
ilustrasi investasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA – Analis mengungkapkan lebih optimistis dengan kinerja reksa dana campuran pada tahun ini yang diperkirakan sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan obligasi di dalam negeri.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan bahwa meski reksa dana campuran pada tahun 2021 mencatatkan return tertinggi yaitu 4,94 persen dibandingkan dengan instrumen reksa dana yang lain, tapi sesungguhnya masih di bawah target yang ditetapkan sebelumnya.

Hal ini terjadi menurutnya karena dua faktor utama, di mana pergerakan saham yang turun yang berdampak pada kinerjanya tetapi tertolong oleh kinerja obligasi.

Wawan menyampaikan bahwa pada tahun lalu yang mendorong pergerakan indeks adalah saham-saham berbasis teknologi dan bank digital.

Adapun produk reksa dana campuran, sama halnya dengan reksa dana saham cenderung memilih saham-saham yang fundamental dan likuiditasnya tinggi dan notabene saham tersebut merupakan saham berkapitalisasi besar yang kinerjanya tertekan tidak seperti kinerja saham teknologi dan bank digital.

Namun demikian untuk kinerja reksa dana campuran tertolong oleh kinerja obligasi yang positif di sepanjang 2021.

Sementara, Wawan menyampaikan pada tahun 2022 kinerja reksa dana campuran akan bergerak lebih optimis dan Infovesta menargetkan pertumbuhannya dalam rentang 7 persen-8 persen tahun ini.

“Secara kinerja tahun ini kita lebih optimis, terhadap IHSG karena at least dalam empat bulan terakhir, IHSG bergerak karena sektor big caps,” ungkap Wawan kepada Bisnis, Selasa (18/1/2022).

Dia memperkirakan, jika tren pergerakan IHSG tersebut terus berlanjut maka kinerja reksa dana campuran akan searah dengan pergerakan IHSG untuk saham-saham pilihan produknya.

Sementara itu, untuk pergerakan obligasi, Wawan menyampaikan bahwa ada kekhawatiran kenaikan suku bunga karena Amerika Serikat diketahui telah melakukan tapering off. Dia pun memproyeksikan kenaikan suku bunga di Indonesia akan terjadi dua kali di 3,25 persen ke 3,75 persen.

“Jadi meskipun kinerja obligasinya mungkin akan dibawah ekspektasi lagi tapi ya tidak akan sampai negatif juga. Untuk reksa dana campuran itu, best case-nya tumbuh sampai 7 persen-8 persen tahun ini,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana investasi reksa dana reksa dana campuran
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top