Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lapor Bursa, AirAsia Indonesia (CMPP) Penuhi Ketentuan Saham Publik 7,5 Persen

CMPP telah memenuhi ketentuan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No I-A Ketentuan V.1 yaitu mengenai kepemilikan saham publik (free float)minimum 7,5 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  15:14 WIB
AirAsia - Bloomberg
AirAsia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten maskapai, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) akhirnya memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik menjadi 7,5 persen. Dua pemegang saham utama melepas masing-masing 3 persen sahamnya.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi menjelaskan perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No I-A Ketentuan V.1 yaitu mengenai kepemilikan saham publik minimum 7,5 persen bagi perseroan.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa PT Fersindo Nusaperkasa telah melepaskan sebanyak 320.625.000 lembar saham atau 3 persen dari seluruh saham yang dimilikinya kepada pihak ketiga melalui pasar negosiasi," jelasnya dalam keterbukaan, Selasa (18/1/2022).

Selain itu, pemegang saham pengendali AirAsia Aviation Limited (AirAsia Investment LTD) telah melepaskan sebanyak 320.625.000 lembar saham atau 3 persen dari seluruh saham yang dimilikinya kepada pihak ketiga melalui pasar negosiasi.

Dengan demikian, berdasarkan Daftar Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek PT Bima Registra, Pemegang saham Perseroan per tanggal 14 Januari 2022 adalah Airasia Investment LTD memegang 4.942.013.300 lembar saham atau setara 46,25 persen.

Adapun, PT. Fersindo Nusaperkasa memegang 4.931.915.000 lembar saham atau setara 46,16 persen, sedangkan publik memegang 811.196.141 lembar saham atau setara 7,59 persen. Dengan demikian, total saham sebesar 10.685.124.441 lembar saham setara 100 persen.

Sebelumnya, CMPP sempat kembali terkena suspensi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai perdagangan Rabu, 12 Januari 2022.

Suspensi ini sebagai dampak dari aktivitas market tidak biasa atau unusual market activity (UMA) sejak perdagangannya dibuka kembali pada 3 Januari 2022.

Dalam dua hari pertama terlepas dari suspensi, harga saham perseroan mengalami penurunan. Harga saham perseroan terus melonjak di atas 20 persen dalam perdagangan harian sejak perdagangan 5 Januari 2022.

Pada hari ini, saham CMPP anjlok 6,72 persen atau 32 poin menjadi Rp444. Namun, sepanjang 2022, saham CMPP masih naik 141,3 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham airasia airasia indonesia aturan free float
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top