Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 14 Januari 2022

Rupiah hari ini diprediksi bergerak dalam rentang Rp14.240-Rp14.380 per dolar AS.
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (14/1/2022).

Mengutip data Bloomberg, Kamis (13/1/2022), rupiah menguat 0,20 persen atau 29 poin ke Rp14.294 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS parkir di zona merah, melemah 0,17 persen ke 94,75.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang memprediksi rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp14.240-Rp14.380 per dolar AS. Namun, dolar AS mendapat dorongan dari proyeksi agresifnya kenaikan suku bunga Federal Reserve pada 2022.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan, pada Rabu (12/1/2022) seharusnya rupiah ditutup menguat karena fundamental dalam negeri cukup bagus, terutama karena tax amnesty tahap kedua yang sampai 10 Januari sudah dapat Rp1,39 triliun.

Selain itu, data konsumen dan inflasi yang sudah diintervensi Bank Indonesia mengindikasikan fundamenta ekonomi Indonesia yang cukup bagus sehingga rupiah sempat menguat.

“Tetapi adanya informasi terkait Omicron yang terus menyebar, bahkan pemerintah di sini juga mengatakan akan terjadi lonjakan kasus Omicron pada Februari akan mencapai titik tertinggi sampai 60.000 dicerna negatif oleh pasar,” jelasnya, Kamis (13/1/2022).

Ibrahim mengatakan Menteri Keuangan merekomendasikan NFT harus dikenakan pajak, padahal sedang booming.

“Artinya pemerintah begitu kritis terhadap kondisi saat ini dan bisa menjadi pemasukan negara yang cukup tinggi. Bisa saja target tahun ini melampaui target yang sudah ditentukan. Ini wajar rupiah lebih baik dari mata uang lain,” kata Ibrahim.

Dari sisi eksternal, Bank Sentral AS mengatakan inflasi hanya sementara. Ini menjadi indikasi bahwa Bank Sentral AS tidak akan membahas kenaikan suku bunga, dan hanya menjadi bahan perbincangan di negara bagian, yang memberikan testimony.

“Kita juga harus tahu bahwa presiden bank sentral negara bagian tidak punya hak suara tapi punya hak bicara. Ini dimanfaatkan spekulator dengan menyebutkan bahwa tapering segera dilakukan. Tapi pemerintah AS sendiri masih berhati-hati karena Omicron cukup tinggi dan banyak yang tidak mau divaksin,” paparnya.

Simak pergerakan rupiah hari ini secara live.

15:06 WIB
Rupiah koreksi tipis

Pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup koreksi tipis 1,5 poin atau 0,01 persen menjadi Rp14.296 per dolar AS.

Indeks dolar AS turun 0m09 persen ke level 94,705.

13:30 WIB
Rupiah turun 5 poin

Pukul 13.25 WIB, rupiah koreksi 5 poin atau 0,04 persen menjadi Rp14.299,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS turun 0,14 persen ke level 94,654.

11:33 WIB
Rupiah terlemah di Asia

Pukul 11.33 WIB, rupiah turun 20 poin atau 0,14 persen.

Rupiah menjadi yang terlemah di Asia.

10:13 WIB
Rupiah makin tertekan

Pukul 10.08 WIB, rupiah turun 19,5 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.314 per dolar AS.

Indeks dolar AS koreksi 0,06 persen ke level 94,731.

09:04 WIB
Rupiah dibuka koreksi

Pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka lesu 9,5 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.304 per dolar AS.

Indeks dolar AS koreksi 0,02 persen ke level 94,774.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper